30 November, 2007 - Published 09:56 GMT
Ketua Kebijakan Uni Eropa, Javier Solana, mengatakan dia kecewa setelah pembicaraan dengan Iran mengenai program nuklirnya, pada saat ia menyiapkan laporan untuk PBB.
Tetapi ketua perunding Iran, Saeed Jalili, mengatakan perundingan itu positif dan akan dilaksanakan lagi di masa depan.
Sementara itu Amerika Serikat dan para sekutunya diperkirakan sekarang akan meminta pemberlakuan sanksi terhadap Iran, tetapi Jalili mengatakan tekanan seperti itu tidak akan membuat Iran menghentikan rencana nuklirnya.
Pemerintah Iran sudah berulang kali menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai, namun dunia Barat kuatir program pengayaan uranium itu digunakan untuk membangun senjata nuklir.
'Saya berharap lebih besar'
Kedua utusan itu muncul setelah pembicaraan lima jam dan berbicara kepada media secara terpisah, dan memberikan penafsiran yang sangat berbeda tentang hasil perundingan.
Wartawan BBC untuk masalah diplomatik, Jonathan Marcus, mengatakan Solana ingin melihat isyarat bahwa Iran bersedia menghentikan pengayaan uranium seperti dituntut oleh Dewan Keamanan PBB, tetapi komentarnya setelah perundingan itu menunjukkan tidak ada kemajuan dalam masalah ini.
"Saya berharap lebih besar dan karena itu saya kecewa," kata pejabat senior Uni Eropa itu.
"Saya akan melakukan kontak telefon dengan pihak Iran sebelum akhir Desember," katanya menambahkan, dan mengatakan para utusan akan bertemu lagi bila situasi mengizinkan.
Sementara itu, Jalili mengatakan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan perundingan dan akan mengatur pertemuan berikutnya bulan depan.
Tetapi dia mengatakan tidak dapat diterima kalau Iran ditekan supaya menghentikan pengayaan uranium karena negara itu dibolehkan melakukan itu berdasarkan Traktat Non-Proliferasi nuklir.