BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2007 - Published 10:26 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Australia tarik pasukan dari Irak
 
PM Australia terpilih, Kevin Rudd
Kevid Rudd terpilih dalam pemilu lalu dengan kemenangan besar
Perdana Mentri Australia terpilih mengatakan pasukan tempur sebanyak 550 personil akan meninggalkan Irak pertengahan tahun 2008.

Kevid Rudd, yang mengalahkan John Howard dalam pemilu akhir pekan lalu, sebelumnya berjanji untuk melakukan penarikan pasukan Australia secara bertahap.

Ia mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan satu radio Australia, namun mengatakan belum ada pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan Howard, Australia merupakan pendukung kuat penyerbuan Irak yang dipimpin Amerika Serikat dan berjanji mengirimkan pasukan sejak awal.

Sebagian besar dari pasukan Australia yang berjumlah 1500 personil ditempatkan di Irak selatan, dan dipusatkan untuk keamanan dan pelatihan pasukan Irak.

'Kesalahan terbesar'

"Pasukan tempur di Irak akan dipulangkan sekitar pertengahan tahun depan," kata Rudd kepada stasiun radio Melbourne, dan ia menambahkan sejumlah pasukan akan tetap berada di Irak untuk menjaga kedutaan Australia di Baghdad.

"Kami akan mengadakan pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat sebagai pembuka perundingan masalah itu," katanya.

Pemimpin partai Buruh Kevin Rudd berkuasa setelah meraih kemenangan besar hari Sabtu lalu.

Ia sebelumnya menggambarkan keputusan untuk ikut perang sebagai "kesalahan terbesar" dalam kebijakan keamanan dan luar negri Australia sejak perang Vietnam.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy