BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 November, 2007 - Published 14:35 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Demo kecam guru Inggris
 
Demonstrasi di Khartoum
Ribuan orang berdemonstrasi agar Nyonya Gibbons dihukum berat
Ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota Sudan, Khartoum menyerukan agar guru asal Inggris Gillian Gibbons ditembak mati.

Nyonya Gibbons yang berasal dari Liverpool dijatuhi hukuman penjara hari Kamis setelah anak-anak di kelasnya menamai boneka beruang Muhammad.

Dia dihukum 15 hari karena menghina agama dan dia kemudian akan dideportasi.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengontak pemerintah Sudan Kamis malam dan mendesak dia dibebaskan.

Demonstran mengecam

Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan setelah sembayang Jumat mengecam hukuman yang terlalu lunak.

Para pemrotes berkumpul di Lapangan Syuhada di luar istana kepresidenan di ibu kota dimana kebanyakan dari mereka membawa pisau dan tongkat.

Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel, "Sungguh memalukan Inggris", "Tidak ada toleransi, eksekusi" dan "Bunuh diam bunuh dengan regu penembak".

Ratusan polisi anti huru hara dikerahkan namun mereka tidak membubarkan demonstrasi.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, sedang mengupayakan konfirmasi laporan mengenai aksi protes itu.

'Sangat tajam'

Perdana Menteri Gordon Brown telah menghubungi keluarga Gibbons kedua kalinya dengan berbicara kepada keluarga dekat guru itu.

Gillian Gibbons
Gillian Gibons mengijinkan nama Muhammad untuk boneka beruang

Menteri Luar Negeri David Miliband menyatakan "dalam istilah paling tajam" keprihatinan Inggris atas penahanan itu.

Duta Besar Sudan Omer Siddig dipanggil Kementerian Luar Negeri untuk menjelaskan keputusan itu.

Uskup Agung Canterbury Roman Williams mengatakan dia tidak melihat "pembenaran apapun" untuk hukuman itu.

Dia menyebutnya "tanggapan yang tidak proporsional" terhadap "kesalahan kecil budaya".

Bulan September, Gibbons membolehkan para siswa sekolah dasar di kelasnya menamai teddy bear atau boneka beruang sebagai bagian dari studi terhadap binatang dan habitatnya.

Pengadilan menyebutkan, dia ditangkap hari Minggu setelah koleganya di di Unity High School mengadu kepada Kementerian Pendidikan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy