|
Tentara pemberontak menyerah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sekelompok tentara pemberontak yang bersembunyi di dalam sebuah hotel mewah di Manila telah menyerahkan diri setelah gedung hotel diserang oleh pasukan pemerintah Filipina. Para pemberontak, sebagian dari mereka dengan tangan diborgol, dibawa keluar dari Hotel Peninsula ke dalam sebuah bis oleh polisi. Pemimpin pemberontakan ini, Senator Antonio Trillanes, mengatakan mereka menghentikan aksi mereka demi menyelamatkan nyawa penduduk sipil dan wartawan yang berada di dalam hotel. Banyak dari tentara yang memberontak kali ini sedang diadili karena melakukan upaya kudeta yang digagalkan pada tahun 2003. Gerakan anti pemerintah Tentara-tentara yang membangkang ini menduduki hotel setelah melarikan diri dari gedung pengadilan, dan para tentara pemberontak lain serta sejumlah pemimpin oposisi bergabung dengan mereka. Mereka menyerukan kepada para tentara lain untuk menarik dukungan bagi Presiden Gloria Arroyo.
Sekitar 1.500 petugas keamanan menyerang gedung hotel setelah batas waktu bagi tentara pemberontak untuk keluar dari Hotel Peninsula berakhir Tentara pemerintah melepaskan gas air mata, dan gambar yang ditayangkan langsung di televisi dari luar hotel memperlihatkan sebuah kendaraan lapis baja menyerbu masuk ke lobby hotel, dan dua kendaraan lapis baja lainnya diparkir di depan hotel. Wartawan BBC Michael Barker yang berada di tempat kejadian mengatakan lobby hotel penuh dengan pecahan kaca dan berbagai hiasan natal berserakan di lantai. Tidak lama kemudian, Senator Trillanes mengatakan orang-orangnya akan menyerahkan diri dan meninggalkan hotel begitu gas air mata hilang. "Kami pergi demi keselamatan semua orang. Kami tidak akan bisa hidup tenang jika ada warga yang tertembak atau tewas dalam baku tembak," katanya kepada pada wartawan di hotel tersebut. 'Kepanikan besar' Sejumlah laporan mengatakan dua orang luka-luka akibat serangan di sebuah hotel di Makati, yang merupakan daerah bisnis di Manila. Leonie Anning, seorang wisatawan asal Inggris di Manila, mengatakan kepada BBC bahwa dia berada di dekat sebuah toko ketika dia dievakuasi dan dibawa keluar ke jalan. "Terjadi kekacauan dan kepanikan besar," katanya. "Banyak tentara bersenjata dan orang tidak tahu apa yang terjadi. Benar-benar mengerikan," tambahnya. Namun, Michael Whiting, wakil direktur Kamar Dagang Inggris di Manila, mengatakan kepada BBC bahwa rekan-rekannya yang warga Filipina "tidak begitu perduli dengan situasi ini karena kebanyakan orang sudah jemu dengan upaya-upaya menggulingkan pemerintah". Robert Reyes, seorang pendeta yang mendukung para tentara yang memberontak, mengatakan tindak kekerasan tidak diperlukan. "Kami sebenarnya tidak ingin memicu kekerasan dalam bentuk apa pun, yang melakukan kekerasan adalah militer," katanya dari lobby hotel. "Anda lihat apa yang terjadi - mereka menyerbu lobby hotel dengan tank padahal tidak ada satu pun senjata yang ditembakkan. Seluruh dunia menyaksikan ini, semoga dunia memaafkan pemerintahan ini." Upaya sebelumnya Sejarah modern Filipina banyak diwarnai oleh pemberontakan dan kudeta. Presiden Arroyo, yang popularitasnya terancam akibat sejumlah tuduhan korupsi, selamat dari dua rencana kudeta dan tiga upaya impeachment selama dia menjabat sebagai presiden. Senator Trillanes, seorang letnan angkatan laut, terpilih pada bulan Mei tetapi berada di dalam tahanan militer karena diadili dalam kasus pemberontakan tahun 2003. Tentara yang memberontak menguasai sebuah pusat perbelanjaan selama satu hari, sebelum mereka akhirnya ditaklukkan oleh pasukan keamanan. | Berita utama saat ini | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||