BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 November, 2007 - Published 10:17 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Presiden Musharraf dilantik
 
Presiden Musharraf mengatakan pemilu tetap akan dilangsungkan bulan Januari
Presiden Musharraf mengatakan pemilu tetap akan dilangsungkan bulan Januari
Presiden Pakistan Pervez Musharraf dilantik untuk masa jabatan kedua, kali ini sebagai penguasa sipil dan menyebut sebagai hari bersejarah bagi negeri itu.

Musharraf menyerukan adanya "perujukan politik" dan bersikeras mengatakan pemilihan umum akan berlangsung sesuai jadwal bulan Januari.

Di saat pelantikan berlangsung, sekitar 200 pengacara yang menentang pemerintahannya, bentrok dengan polisi di Lahore.

Hari Rabu, Musharraf mengundurkan diri sebagai panglima militer, setelah mendapatkan tekanan dari dalam maupun luar negeri.

Para wartawan mengatakan masih banyak tantangan yang dihadapi pemerintahannya dalam beberapa minggu ke depan, menyusul pemberlakuan keadaan darurat 3 November lalu.

'Melindungi dan mempertahankan'

Pervez Musharraf diambil sumpahnya sebagai presiden untuk masa jabatan kedua setelah menang dalam pemilihan yang dilakukan oleh anggota parlemen 6 Oktober, legitimasinya banyak dipertanyakan.

Dalam upacara hari Kamis, presiden hadir mengenakan jas tradisional sherwani berkerah tinggi.

 Kita mengerti masyarakat, dan lingkungan kita sendiri lebih baik dari siapapun di Barat
 
Presiden Musharraf

Setelah upacara pengambilan sumpah selesai, Musharraf mengatakan dia "akan melanggar tradisi dan mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan pendapatnya mengenai situasi di Pakistan."

Musharraf, yang mengambil alih kekuasaan lewat kudeta tidak berdarah di tahun 1999 mengatakan dia menyambut baik kembalinya dua pemimpin oposisi
Benazir Bhutto dan Nawaz Sharif ke Pakistan.

"Saya secara pribadi merasa ini bagus bagi perujukan politik yang pernah saya katakan." kata Musharraf.

Musharraf juga bersikeras bahwa pemilihan parlemen akan tetap dilaksanakan bulan Januari, kecuali ada "neraka atau banjir besar."

"Pemilihan pasti akan dilangsungkan," katanya, sambil menambahkan bahwa pemilihan akan berlangsung jujur, adil dan terbuka bagi pengamat pemilu internasional.

Partai-partai oposisi sudah mengancam akan memboikot pemilihan.

Musharraf mengatakan bahwa dia mendukung demokrasi dan hak asasi manusia tetapi akan "dilakukan dengan cara kita, dan waktu yang kita tetapkan sendiri. Kita mengerti masyarakat, lingkungan kita, lebih baik dibandingkan siapapun di Barat."

Presiden Musharraf yang akan berpidato Kamis malam tidak memberikan indikasi kapan keadaan darurat akan dicabut.

Pengambilan sumpah Musharraf sebagai presiden dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung Abdul Hamid Dogar.

Dia menggantikan Iftikhar Chaudhry, yang dipecat ketika dia dan hakim agung lainnya menolak mendukung keadaan darurat.

Dalam pidatonya, Musharraf menuduh Chaudry bersekongkol "untuk menggulingkan demokrasi".

Di Lahore, para pengacara yang melakukan protes melemparkan batu ke arah polisi, dan polisi membubarkan mereka dengan pentungan.

Belasan pengacara terluka dalam insiden tersebut.

"Perjuangan kami adalah untuk mencegah intervensi militer selamanya," kata Syed Mohammad, presiden Asosiasi Pengacara Lahore.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy