BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman Versi cetak
Pakistan akan cabut darurat
 
Presiden Musharraf
Keadaan darurat akan dicabut pada pertengahan Desember
Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengumumkan bahwa dia berencana mencabut keadaan darurat pada 16 Desember.

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato nasional setelah Musharraf mundur dari militer dan diambil sumpah sebagai kepala negara sipil.

Dia mendesak semua pihak untuk ambil bagian dalam pemilu Januari.

Salah seorang pesaing Musharraf, Benazir Bhutto mengatakan dia akan mengikuti pemilu, namun Nawaz Sharif mengatakan dia akan memboikot pencoblosan.

Pada hari Rabu, Presiden Musharraf mundur dari posisi panglima militer di tengah desakan kuat dari dalam dan luar negeri.

Para pengamat mengatakan pemerintahannya akan banyak menhadapi tantangan dalam beberapa pekan ke depan.

Pemilu jurdil

Bhutto mengatakan partainya, Partai Rakyat Pakistan (PPP) akan ambil bagian dalam pemilu yang rencananya akan digelar pada 8 Januari.

Pemilu Pakistan
Benazir Bhutto
 Kami akan ikut pemilihan umum agar pelaksanannya bisa jujur dan adil
 
Benazir Bhutto

"Partai oposisi menghadapi banyak tantangan, namun kami merasa bila kami memboikot pemilu, maka rezim tidak perlu melakukan kecurangan dan dunia akan mengatakan bahwa pemilu berlangsung jujur dan adil," kata Bhutto tidak lama setelah Musharraf menyampaikan pidato kenegaraan.

"Jadi penting bagi kami untuk mendayagunakan dukungan yang diberikan kepada kami. Kami akan berjuang keras di lapangan."

Menurut Bhutto, keikutsertaan PPP akan memaksa rezim berbuat curang untuk menghentikan PPP atau mengambil berbagai langkah untuk mendorong pemilu berlangsung jurdil.

Namun Nawaz Sharif mengatakan dirinya dan aliansi yang ia galang tidak akan ikut pemilu. Dia meminta pihak-pihak lain mengikuti jejaknya.

"Kami akan mencoba meyakinkan partai-partai lain untuk memboikot pemilu," kata Sharif kepada para wartawan di Lahore.

Sharif dan Bhutto diperkirakan akan melakukan pembicaraan guna memutuskan langkah apa yang sebailnya diambil.

Dua mantan perdana menteri ini telah mendaftarkan diri namun mereka masih bisa menarik diri paling lambat pada 15 Desember.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy