|
Ekonomi tumbuh lebih kuat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan Pusat Statistik, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga tahun ini mencapai 6,5 %. Data statistik menyebutkan, pertumbuhan terbesar disumbang oleh sektor pertanian dan sektor komunikasi. Angka ini diluar perkiraan banyak pihak, yang sebelumnya memprediksikan pertumbuhan ekonomi hingga bulan Oktober 2007 akan lebih rendah, akibat tingginya harga minyak dunia. Bahkan pemerintah sempat mengkoreksi target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2007. Sedangkan Bank Dunia tetap meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan target sebesar 6,3 %. Terbuka Ruang bagi pemerintah untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahun ini cukup terbuka, setelah BPS hari Kamis mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga mencapai 6,5 %. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 6,3 persen bisa dicapai, jika pemerintah mampu mendorong pertumbuhan sektor sektor yang tidak terpengaruh oleh kenaikan harga minyak. Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi Anggaran DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meleset dari target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2007 akibat kenaikan harga minyak. Sementara itu, senada dengan optimisme BPS, Bank Dunia menyebutkan, meskipun dampak krisis sub-prime amerika dan kenaikan harga minyak meningkatkan resiko negatif, peningkatan konsumsi dan investasi domestik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perlu reformasi Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia Willian Wallace mengatakan, tahun 2007 meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 % namun jelas ada risiko negatif dari pengaruh eksternal masih belum stabil Indonesia menurut Bank Dunia harus melakukan reformasi untuk meningkatkan iklim investasi agar menarik investasi tambahan yang akan menciptakan pekerjaan baru, daya saing yang lebih kuat serta pendapatan yang lebih tinggi untuk mengurangi kemiskinan. Pemerintah sendiri mengakui jeleknya iklim investasi membuat lambatnya pertumbuhan investasi yang kini hanya di bawah 10 persen. Padahal target investasi harus mencapai 12 % untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||