BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 15 November, 2007 - Published 14:02 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Ekonomi tumbuh lebih kuat
 

 
 
Rupiah
Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,5 $ tahun 2007.
Badan Pusat Statistik, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga tahun ini mencapai 6,5 %.

Data statistik menyebutkan, pertumbuhan terbesar disumbang oleh sektor pertanian dan sektor komunikasi.

Angka ini diluar perkiraan banyak pihak, yang sebelumnya memprediksikan pertumbuhan ekonomi hingga bulan Oktober 2007 akan lebih rendah, akibat tingginya harga minyak dunia.

Bahkan pemerintah sempat mengkoreksi target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2007.

Sedangkan Bank Dunia tetap meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan target sebesar 6,3 %.

Terbuka

Ruang bagi pemerintah untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahun ini cukup terbuka, setelah BPS hari Kamis mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga mencapai 6,5 %.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 6,3 persen bisa dicapai, jika pemerintah mampu mendorong pertumbuhan sektor sektor yang tidak terpengaruh oleh kenaikan harga minyak.

Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi Anggaran DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meleset dari target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2007 akibat kenaikan harga minyak.

Sementara itu, senada dengan optimisme BPS, Bank Dunia menyebutkan, meskipun dampak krisis sub-prime amerika dan kenaikan harga minyak meningkatkan resiko negatif, peningkatan konsumsi dan investasi domestik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perlu reformasi

Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia Willian Wallace mengatakan, tahun 2007 meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 % namun jelas ada risiko negatif dari pengaruh eksternal masih belum stabil

Indonesia menurut Bank Dunia harus melakukan reformasi untuk meningkatkan iklim investasi agar menarik investasi tambahan yang akan menciptakan pekerjaan baru, daya saing yang lebih kuat serta pendapatan yang lebih tinggi untuk mengurangi kemiskinan.

Pemerintah sendiri mengakui jeleknya iklim investasi membuat lambatnya pertumbuhan investasi yang kini hanya di bawah 10 persen.

Padahal target investasi harus mencapai 12 % untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy