|
Enam spesies Beruang terancam punah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Enam dari delapan spesies beruang yang ada di dunia terancam punah. Itulah kesimpulan Organisasi Pemantauan dan Konservasi Internasional, IUCN. Para ilmuwan mengatakan jumlah dan penyebaran dari semua spesies beruang ini telah berkurang akibat dampak dari aktivitas manusia. Aksi konservasi paling diperlukan di Asia dan Amerika Selatan. Wartawan BBC tentang masalah lingkungan, Sarah Mukerjee melaporkan, IUCN mengatakan memang ada sejumlah tempat di belahan dunia yang beruangnya berkembang, misalnya di Amerika Utara. Di kawasan tersebut ada upaya besar dan dana untuk kepentingan konservasi. Namun para peneliti mengatakan perkembangan tersebut kontras sekali dengan keadaan di Asia dan Amerika Selatan. Di dua kawasan itu, pendanaan untuk konservasi amat kecil, namun amat diperlukan. Misalnya, mereka menyebut Asia bagian selatan yang banyak terjadi pembunuhan beruang oleh pemburu gelap. Obat tradisional Empedu beruang sering digunakan untuk membuat obat tradisional Cina dan cakarnya dikonsumsi sebagai sajian khas.
Namun demikian, selama sepuluh tahun terakhir pihak berwenang melakukan upaya besar untuk melestarikan panda raksasa, antara lain meliputi program penghijauan kembali secara besar-besaran. Meski ada upaya seperti ini, panda masih tergolong sebagai binatang yang terancam. Para ilmuwan mengatakan kini masih terlalu dini untuk mengatakan apakah proyek konservasi yang ada memang berdampak pada populasi. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||