30 Oktober, 2007 - Published 09:19 GMT
Sebuah serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya enam orang, dan melukai 11 orang di dekat markas militer Pakistan, di Rawalpindi.
Pihak berwenang mengatakan ledakan terjadi sekitar 2 kilometer, dari markas militer yang dijaga ketat, yang berisi markas angkatan darat, dan kantor Presiden
Pervez Musharraf.
Jenderal Musharraf dilaporkan sedang berada di kantornya ketika terjadi serangan, namun tidak terluka.
Lokasi ledakan adalah di pos pemeriksaan polisi.
Menurut seorang juru bicara pemerintah, seorang pria mendekati pos pemeriksaan berjalan kaki dan meledakkan bahan peledaknya.
Menurut kantor berita AFP, dua polisi dan seorang pengendara sepeda tewas dalam ledakan tersebut, bersama dengan pembom bunuh diri.
Presiden Musharraf selamat di dalam markas besarnya ketika ledakan terjadi," kata juru bicara presiden Rashid Qureshi.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya berbagai serangan bom bunuh diri di Pakistan belakangan ini.
4 September lalu, dua pembom bunuh diri menewaskan 25 orang di Rawalpindi, dalam serangan terhadap sebuah bis yang membawa petugas intelejen ke tempat kerja mereka.
Bulan berikutnya, 139 orang teeas ketika pembom bunuh diri di Karachi menyerang konvoi kendaraan yang membawa mantan perdana menteri Benazir Bhutto, ketika dia baru kembali ke Pakistan setelah mengasingkan diri selama delapan tahun.
Serangan bom bunuh diri ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok militan Islam, yang marah baik kepada pemerintahan Presiden Musharraf maupun dengan Nyonya Bhutto, yang mereka duga terlalu dekat dengan Amerika Serikat.
Ketegangan meningkat di bulan Juli setelah Presiden Musharraf memerintahkan tentara menyerang mesjid Merah di ibukota Pakistan Islamabad menewaskan ratusan orang.
Mesjid itu diduduki oleh kelompok Islam militan, yang menggunakannya sebagai basis guna mengorganisir gerakan oposisi terhadap pemerintah dan menerapkan hukum Syariah di Islamabad.