30 Oktober, 2007 - Published 18:13 GMT
Bendungan terbesar Irak berisiko segera ambruk dan mungkin melepaskan gelombang air setinggi 20m ke kota Mosul yang berpenduduk 1,7 juta warga, kata Amerika Serikat.
Bula Mei, Amerika mengatakan kepada pihak berwenang Irak agar menjadi Dam Mosul prioritas nasional, sebab bencana yang bisa muncul akan menyebabkan "jatuhnya korban jiwa dalam jumlah signifikan".
Namun, proyek rekonstruksi senilai 27 juta dollar untuk membantu memperkuat bendungan itu tidak mendatangkan hasil atau hanya mencapai kemajuan terbatas.
Irak mengatakan tengah mengurangi risiko dan bersikukuh tidak ada alasan untuk khawatir.
Namun, sebuah lembaga pengawas Amerika mengatakan, rekonstruksi dam itu dirundung mismanajemen dan kemungkinan korupsi.
Dalam laporan yang diterbitkan hari Selasa, Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Irak (SIGIR) mengatakan, "solusi jangka pendek" yang didanai Amerika belum menghasilkan solusi yang signifikan atas masalah dam tersebut.
SIGIR menemukan banyak kelalaian dalam beberapa dari 21 kontrak yang dikeluarkan untuk memperbaiki dam tersebut.
Di antara kelalaian itu adalah konstruksi yang cacat dan suku cadang yang tidak cocok, dan juga proyek itu belum rampung meski biaya sudah dibayarkan penuh.
Bendungan tersebut telah menjadi masalah bagi tim teknisi Irak sejak dibangun pada tahun 1984.
Dam itu dibangun di atas lahan gipsum yang mudah larut oleh air, dan menyebabkan terjadinya rembesan beberapa bulan setelah bendungan selesai.
Pada bulan September 2006, tim Korps Zeni Angkatan Darat Amerika menetapkan dam, yang berada di Sungai Tigris, sekitar 72km dari kota Mosul di Sungai Tinggris menimbulkan risiko yang tidak bisa diterima.