http://www.bbc.com/indonesian/

29 Oktober, 2007 - Published 13:44 GMT

AS serahkan Karbala ke Irak

Pasukan Amerika Serikat menyerahkan tanggung jawab keamanan atas provinsi berpenduduk mayoritas Syiah di Karbala, Irak tengah, ke tangan aparat setempat pada upacara yang dijaga ketat.

Karbala adalah provinsi kedelapan dari 18 provinsi yang kendalinya diserahkan ke aparat keamanan setempat sejak penyerbuan pimpinan Amerika pada tahun 2003.

Penyerahan itu dilakukan pada saat setidaknya 27 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di sebuah markas besar polisi di Baquba, di utara Baghdad, menurut polisi.

Sedikitnya 20 orang menderita luka-luka. Sebagian besar korban adalah calon polisi.

Para wartawan mengatakan serangan itu memiliki tanda-tanda kelompok al-Qaida di Irak, yang sering kali menyerang calon polisi.

'Tahun keamanan'

Pada upacara penyerahan di stadiun olahraga di Karbala, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengatakan negara itu lamban dalam membangun pasukan keamanan.

"Saya katakan kami terlambat, sangat terlambat, dalam membangun pasukan kami akibat hal-hal yang tidak ingin saya ungkap di sini," katanya.

Namun dia mengatakan tahun ini akan menjadi tahun keamanan Irak sementara tahun depan fokus akan dipusatkan pada rekonstruksi.

Wartawan BBC Jim Muir, di Baghdad, mengatakan meski Inggris menyerahkan tanggung jawab keamanan ke tangan Irak situasi di Karbala jauh dari aman, dengan lebih dari 50 orang tewas bulan Agustus dalam bentrokan antara milisi Syiah dan polisi.

Tingkat kekerasan menurun

Polisi mengatakan pemboman datang ke lokasi serangan di Baquba dengan sepeda dan mengenakan baju sipil yang menyembunyikan sabuk bom.

Markas besar polisi berada di daerah perumahan, dan diduga dia bisa lolos dari pemeriksaan karena berpura-pura sebagai warga setempat yang pulang ke rumah.

Dia meledakkan dirinya di saat para calon polisi menunggu untuk mendapat latihan.

Seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia melihat seorang pria bersepeda masuk ke daerah yang dipagari tidak lama sebelum ledakan terjadi.

"Saya melihat banyak mayat yang berlumuran darah. Beberapa dari mereka sekarat, ada yang tanpa tangan dan kaki," kata penjaga toko Ali Shahine.

Seorang dokter di rumah sakit setempat mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa sebagian besar korban terkena ledakan bom yang dibuat untuk menelan korban besar.

Tujuh orang yang luka-luka berada dalam kondisi kritis dan kemungkinan tidak bisa diselamatkan, tambahnya.

Baquba adalah ibukota provinsi Diyala, tempat beberapa suku setempat baru-baru ini bergabung dengan tentara AS dan Irak untuk memerangi al-Qaida di Irak.

Pada hari Minggu, sembilan pemuka suku dari provinsi Diyala diculik ketika kembali dari Baghdad.

Kepala polisi Baquba terbunuh dalam serangan bom bunuh diri bulan lalu di sebuah kompleks masjid sewaktu berlangsung pembicaraan perujukan antara kelompok-kelompok Sunni dan Syiah.

Namun wartawan kami mengatakan tingkat kekerasan pada umumnya menurun sejak penambahan pasukan Amerika bulan Februari.