12 Oktober, 2007 - Published 10:13 GMT
Al Gore menyatakan Hadiah Nobel Perdamaian merupakan sebuah "kehormatan" dan peluang "meningkatkan kesadaran global" mengenai ancaman perubahan iklim.
Mantan wakil Presiden Amerika Serikat itu dianugrahi hadiah prestisius bersama Panel PBB tentang Perubahan Iklim (IPCC)
Al Gore mengatakan, dia menerim hadiah itu atas nama para ilmuwan seperti yang tergabung kedalam IPCC yang bekerja tanpa kenal lelah selama bertahun-tahun untuk menyampaikan pesan mengenai pemanasan global.
"Inilah tantangan paling berbahaya yang pernah kita hadapi," katanya di Palo Alto, California beberapa jam setelah Nobel Perdamaian diumumkan.
"Saya akan melakukan apa saja yang dapat saya coba untuk memahami cara terbaik memanfaatkan kehormatan dan pengakuan hadiah ini untuk mempercepat kesadaran akan perubahan dan pentingnya perubahan," katanya.
"Saya akan kembali bekerja sekarang. Ini hanyalah permulaan," katanya seraya keluar dari ruangan setelah kurang dari lima menit bericara tanpa menerima pertanyaan.
Kesadaran perubahan iklim
Pegiat perubahan iklim Al Gore dan Panel PBB tentang Perubahan Iklim (IPCC) keluar sebagai pemenang bersama Penghargaan Nobel Perdamaian.
Komite Nobel mengatakan penghargaan diberikan atas "upaya mereka membangun dan menyebarkan pengetahuan lebih besar tentang perubahan iklim akibat tindakan manusia".
Gore, 59 tahun, mantan wakil presiden pada masa pemerintahan Bill Clinton, mengatakan dia "mendapat kehormatan besar".
Dia memenangkan Piala Oscar pada tahun 2006 untuk filmnya An Inconvenient Truth, sementara IPCC adalah otorita tertinggi di dunia tentang pemanasan global.
Ketua IPCC Rajendra Pachauri mengatakan dia "gembira" atas penghargaan itu.
Di hadapan rekan-rekannya yang bersorak-sorai di luar kantor mereka di Delhi, Pachausi mengatakan dia berharap penghargaan itu akan membawa "kesadaran lebih tinggi" untuk memerangi pemanasan global.
Komite Nobel memuji upaya para pemenang "untuk meletakkan dasar bagi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim".
Komite itu mengatakan mereka ingin mengangkat "ancaman semakin besar dari konflik kekerasan dan perang, di dalam dan antara negara" akibat perubahan iklim.
Penghargaan Nobel ini diberikan atas hasil kerja selama 20 tahun terakhir oleh IPCC, yang melibatkan lebih dari 2.000 ilmuwan dan pakar masalah perubahan iklim.
Laporan IPCC "menciptakan konsensus berdasarkan bukti tentang kaitan antara aktifitas manusia dan pemanasan global," kata komite itu.
Al Gore dipuji sebagai "orang yang kemungkinan bertindak paling banyak untuk membuat dunia memahami langkah-langkah yang harus diambil," melalui seminar, film dan buku-bukunya.
'Ancaman terhadap Bumi'
Ketika berbicara di Washington, Al Gore memuji IPCC, "yang para anggotanya bekerja keras selama bertahun-tahun".
"Kita benar-benar menghadapi ancaman terhadap Bumi," kata Gore. "Ini adalah tantangan bagi seluruh umat manusia."
Gore mengatakan dia akan menyumbangkan separuh dari hadiah uang $1,5 juta bagi kedua pemenang kepada Aliansi bagi Perlindungan Iklim, kata laporan kantor berita Reuters.
Para wartawan mengatakan keputusan komite Nobel untuk memiliki Al Gore sebagai pemenang mendorong para pendukungnya untuk mendesak agar dia mencalonkan diri pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun depan. Sampai saat ini Gore mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri.
IPCC, lembaga pakar yang terdiri dari para ilmuwan atmosfir, oseanografi, ekonom dan spesialis lainnya, yang didirikan pada tahun 1988, bertugas memberi masukan netral kepada para pembuat kebijakan tentang perkembangan terbaru tentang perubahan iklim.
Al Gore pada tahun 2000 mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat namun gagal.
Komite Nobel selalu menjaga ketat rahasia nama-nama calon pemenang, namun tahun ini diperkirakan pemenang akan terkait dengan kampanye perubahan iklim.
Penghargaan Nobel ini diberikan hanya beberapa minggu sebelum konperensi penting PBB di Bali untuk membahas peta jalan bagi babak berikut pembicaraan tentang pengurangan emisi gas rumah kaca.