BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Oktober, 2007 - Published 20:07 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Rusia batasi pemantau
 
Pekan lalu Putin mengatakan pemantau OSCE akan diundang
Pekan lalu Putin mengatakan pemantau OSCE akan diundang
Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE mengatakan Rusia berusaha untuk membatasi para pemantau yang akan meninjau pelaksanaan pemilihan parlemen.

Moskow menghendaki agar jumlah delegasi OSCE dalam pemilihan parlemen tanggal 2 Desember nanti dibatasi dan menginginkan konsultasi tentang komposisi peserta.

"Ini merupakan masalah aneh," kata seorang juru bicara OSCE yang menambahkan bahwa syarat-syarat seperti itu bisa membatasi peluang bagi pemantauan yang berarti.

Washington telah mengecam langkah Rusia yang membatasi peran OSCE ini.

"Kami prihatin dan kecewa dengan penetapan waktu yang terlambat dan syarat-syarat yang diajukan Rusia bagi para pemantau pemilihan," kata juru bicara Gedung Putih, Dana Perino.

Badan keamanan internasional OSCE ini sering mengirimkan pemantau pemilihan ke berbagai negara. Ke-56 negara anggotanya berasal dari Eropa, Asia Tengah dan Amerika.

Badan ini biasanya mengirimkan pemantau pemilihan ke negara tertentu setelah menerima undangan resmi.

OSCE mengatakan pihaknya tidak membicarakan jumlah dan komposisi delegasi yang dikirimkan.

'Siap dialog'

Urdur Gunnarsdottir, juru bicara OSCE mengatakan syarat-syarat yang diajukan Rusia seperti tertera dalam surat undangan, tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Kami perlu mempertimbangkan implikasinya," kata Gunnarsdottir.

Dia juga mengutip surat yang menyebutkan Moskow "siap berdialog tentang komposisi misi OSCE".

Gunnarsdottir mengatakan surat dari Komisi Pemilihan Pusat di Moskow itu juga menyarankan bahwa delegasi OSCE bisa terdiri dari 70 orang.

Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan 465 pemantau yang dikirimkan OSCE ke Rusia dalam pemilihan parlemen empat tahun lalu.

Pemilihan Desember nanti diperkirakan akan dimenangkan oleh Rusia Bersatu, partai politik terbesar yang setia kepada Presiden Vladimir Putin.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy