|
Vonis bersalah kasus bom Madrid | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pengadilan di Spanyol mengumumkan vonis bersalah dalam pengadilan terhadap para terdakwa kasus pemboman kereta Madrid Maret 2004. Warga Maroko Jamal Zougam, Otman el Ghanoui dan warga Spanyol Emilio Trashorras dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan. Sedangkan, tersangka dalang serangan, Rabei Osman Sayed Ahmed dinyatakan bebas. Keluarga korban mengatakan, para tertuduh mendapat hukuman ringan. Sebanyak 28 orang diadili atas ledakan bom paku yang mengoyak empat kereta komuter, dan menewaskan 191 orang serta mencederai lebih dari 1.800. 21 terdakwa dinyatakan bersalah, sedangkan tujuh lain dinyatakan bebas. Semua terdakwa menyatakan diri tidak bersalah selama pengadilan yang berlangsung empat bulan. Dinyatakan bebas Saat para terdakwa tiba dengan pengawalan ketat untuk mendengar amar putusan hakim, kerabat para korban mencaci maki para tertuduh, namun ruang sidang menjadi senyap saat hakim membacakan vonis.
Pengumuman vonis itu disiarkan live di televisi Spanyol. Sebanyak 28 terdakwa, termasuk seorang wanita diadili dalam perkara ini. Sebanyak 19 orang Arab asal Maroko dan 9 warga Spanyol didakwa dengan berbagai pasal, termasuk pembunuhan, pemalsuan dan persekongkolan untuk melakukan serangan teroris. Empat orang keturunan Arab dinyatakan bersalah merencanakan dan melancarkan serangan dan dijatuhi hukuman masing-masing 30 tahun untuk setiap dari 191 orang yang tewas dan 18 tahun untuk masing-masing dari 1.841 korban terluka. Mantan pekerja tambang Trashorras, yang memasok bahan peledak, Zougam dan Ghanoui dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan dan dihukum hingga 43.000 tahun kurungan. Wartawan BBC Pascale Harter di Madrid mengatakan, hukuman penjara itu secara umum bersifat simbolis, mengingat menurut ketentuan hukum Spanyol, hukuman maksimum yang bisa dijalani adalah 40 tahun. Dari sembilan warga Spanyol yang diadili, tiga orang dibebaskan karena kurang bukti. Sementara itu, Rabei Osman Sayed Ahmed, alias 'Mohammed si Orang Mesir' salah seorang yang dituduh menjadi otak, dinyatakan bebas. Namun dia meringkuk di penjara Italia setelah dinyatakan terbukti menjadi anggota kelompok teroris internasional. Tim penyelidik Spanyol mengatakan, para terdakwa adalah bagian dari kelompok militan berhaluan Islam setempat yang terilhami al-Qaida, namun tidak memiliki kaitan langsung dengan organisasi teror. Mereka beraksi untuk membalas kehadiran pasukan Spanyol di Irak dan Afghanistan, kata penyelidik. Tujuh tersangka pimpinan kelompok itu tewas dalam ledakan bunuh diri di sebuah apartemen di Madrid tiga pekan setelah serangan. Kompensasi Ketua perhimpunan korban, Pilar Manjon, yang kehilangan putranya yang berusia 20 tahun dalam serangan tersebut, mengatakan: "kami akan mengajukan banding atas kesalahan ini. Saya tidak suka melihat para pembunuh itu melenggang bebas." Namun, Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero mengatakan, "keadilan telah ditegakkan". Aparat keamanan disiagakan di seluruh Spanyol saat vonis mulai dibacakan dalam sidang pengadilan di Madrid, Rabu siang. Dalam ringkasan amar putusan, Hakim Javier Gomez Bermudez menyatakan, semua, jika tidak semua, bahan peledak itu bersumber dari satu sumber - sebuah tambang Spanyol. Kompensasi untuk para korban yang berkisar antara 30.000 ribu euro hingga 1,5 juta euro juga diumumkan. | Spanyol tunggu vonis bom Madrid31 Oktober, 2007 | Berita Dunia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||