BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Oktober, 2007 - Published 14:33 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Kurus 'bisa redam risiko kanker'
 
daging babi olahan
Penelitian menganjurkan menghindari daging babi olahan
Mengurangi berat badan, menjauhi daging merah (sapi, kambing dan babi), mengurangi memakan daging babi olahan serta konsumsi alkohol menekan risiko kanker, kata suatu laporan internasional.

Dana Penelitian Kanker Dunia (WCRF) melakukan penyelidikan terbesar sejauh ini terhadap gaya hidup dan kanker, dan mengeluarkan beberapa rekomendasi yang tegas.

Rekomendasi itu termasuk tidak kelebihan berat badan, menghindari minuman bergula dan alkohol serta tidak makan daging olehan dalam bentuk bacon atau ham.

Setiap orang harus berniat untuk sekurus mungkin tanpa menjadi terlalu kurus.

 Kanker bukan nasib, itu masalah risiko, dan anda bisa menyesuaikan dengan risiko tadi dengan perilaku anda. Sangat penting bahwa orang merasakan mereka memegang kendali atas yang mereka perbuat
 
Prof Martin Wiseman
penyusun laporan

Orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), rumus yang memperhitungkan tinggi dan berat badan, antara 18,5 dan 25, dipandang berada dalam rentang berat yang "sehat".

Namun, penelitian ini mengatakan, risiko meningkat begitu orang mendekati angka 25 dan setiap orang harus sedekat mungkin dengan batas bawah.

'Paling komprehensif'

Dokumen ini tidak menyertakan riset baru. Panel mengkaji 7.000 penelitian yang ada selama lima tahun.

Menurut mereka, hasil ini merupakan investigasi yang paling komprehensif terhadap risiko pilihan-pilihan gaya hidup tertentu

Mereka melihat lemak tubuh sebagai faktor kunci dalam perkembangan kanker, dan memperkirakan lemak memiliki arti penting yang lebih besar daripada dugaan sebelumnya.

REKOMENDASI
Batasi daging merah (sapi, kambing dan babi)
Batasi alkohol
Hindari daging olahan seperti bacon dan ham
Jauhi minuman bergula
Berat badan tidak boleh bertambah setelah 21
Bergerakbadan setiap hari
Beri anak ASI
Jangan konsumsi suplemen makanan untuk mengatasi kanker

Para penyusun laporan mengatakan, mereka mengajukan satu daftar anjuran, bukannya "firman".

"Namun, kalau orang berminat untuk mengurangi risiko kanker, maka mengikuti anjuran itu merupakan cara untuk melakukannya," kata Profesor Martin Wiseman, yang ikut menyusun laporan tersebut.

"Kanker bukan nasib, itu masalah risiko, dan anda bisa menyesuaikan dengan risiko tadi dengan perilaku anda. Sangat penting bahwa orang merasakan mereka memegang kendali atas yang mereka perbuat," tambah Profesor Martin Wiseman, penyusun laporan tersebut.

Namun, dua pertiga kasus kanker diduga tidak terkait dengan gaya hidup, dan tidak banyak yang bisa ditempuh orang untuk mencegah kanker dalam kondisi semacam itu.

Meski demikian, lebih dari tiga juta dari 10 juta kanker yang didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun bisa dicegah jika rekomendasi itu dipenuhi, kata Profesor Wiseman.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy