BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 01 Oktober, 2007 - Published 19:59 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Biku Birma akan diusir
 
Birma
Biku tidak terlihat dalam kehidupan sehari hari
Ribuan biku yang ditahan di kota Rangoon, Birma akan dikirim ke daerah utara negara tersebut, kata sejumlah sumber.

Sekitar empat ribu biku ditangkap seminggu terakhir sementara pemerintah militer berusaha mengatasi unjuk rasa pro demokrasi.

Mereka ditahan di lapangan balap yang sudah tidak dipakai dan kampus universitas.

Sumber sumber milisi pemerintah mengatakan mereka akan segera dipindahkan dari Rangoon.

Para biku telah tidak mengenakan jubahnya dan dirantai, sejumlah sumber mengatakan kepada seksi Birma radio BBC. Muncul sejumlah laporan bahwa para biku menolak makan.

Selama hampir dua minggu ini terjadi unjuk rasa di Birma, yang merupakan protes paling besar terhadap pemimpin militer dalam lebih dua puluh tahun terakhir.

 Mereka menggantungkan diri pada masyarakat dunia, satu satunya harapan mereka adalah dunia akan mengetahui perjuangan mereka dan memberikan bantuan
 
Pegiat Buddha

Pemerintah mengatakan sepuluh orang tewas saat unjuk rasa dibubarkan, meskipun para diplomat dan pegiat mengatakan jumlah korban tewas lebih besar lagi.

Siaran kelompok oposisi Suara Demokrasi Birma yang dilarang mengeluarkan gambar jenazah biku mengambang di dekat muara sungai Rangoon.

Minggu lalu sejumlah monasteri digerebek, dan muncul laporan para biku dipukuli dan dibunuh.

Unjuk rasa berkurang sekarang karena banyaknya biku yang ditahan.

Hari Senin, pusat kota Rangoon kembali normal, kata seorang wartawan kepada BBC. Ia tidak dapat disebutkan jati dirinya karena alasan keamanan.

Sebagian besar toko dan kuil telah dibuka kembali, dan penduduk terlihat melakukan kegiatan sehari harinya. Tetapi sepertinya terdapat kelompok tentara di setiap sudut, dan hanya terlihat beberapa biku, lapor wartawan tersebut.

Hal ini semakin terlihat jelas di sebuah kota dimana para biku biasanya terlihat keluar masuk kuil, berbelanja di pasar atau bercakap cakap di tempat minum teh.

Birma
Para biku dilaporkan dibunuh

Keadaan di Rangoon tegang, lapor wartawan tersebut. Penduduk setempat mengetahui para biku ditahan dan mereka khawatir juga akan mengalami hal yang sama.

Pemukulan, penggunaan gas air mata dan penembakan terhadap para pengunjuk rasa tidak bersenjata mengundang kutukan dari luar negeri, bahkan dari ASEAN.

Utusan masih menunggu

Rezim militer berusaha menghambat berita unjuk rasa keluar, disamping mencegah terjadinya unjuk rasa. Pasukan menghentikan anak muda turun ke jalan dan menggunakan kendaraan, mencari kamera yang dapat digunakan untuk menyelundupkan gambar.

Sebagian besar jaringan internet dan telpon genggam masih tidak berjalan dan terganggu.
Birma
Berita asing dikecam TV pemerintah Birma

Media resmi memperingatkan warga Birma untuk tidak membantu atau menggunakan berita media asing.

Pesan televisi hari Senin mengatakan BBC, Voice of Amerika dan Radio Free Asia sebagai "pembunuh di udara".

Utusan khusus PBB, Ibrahim Gambari, akan bertemu pemimpin militer Birma, jenderal Than Shwe hari Selasa, kata para pejabat.

Hari Sabtu, ketika Gambari mengunjungi ibukota baru Naypidaw, dia hanya diizinkan bertemu pejabat rendah pemerintah.

Hari Minggu, Gambari berunding dengan pemimpin oposisi yang ditahan Aung San Suu Kyi di Rangoon, warga asing pertama yang diizinkan melakukan hal tersebut dalam sepuluh bulan terakhir.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy