29 September, 2007 - Published 20:07 GMT
Dua belas wisatawan asing terluka dalam sebuah ledakan di Maladewa, salah satu tujuan wisata pantai paling mewah dan tenang di dunia.
Pemerintah mengatakan ledakan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Mereka yang terluka adalah turis dari Inggris, Jepang, dan Cina.
Media lokal melaporkan ledakan ini disebabkan oleh bom rakitan.
Sejauh ini belum diketahui pelaku ledakan ataupun sasaran serangan.
Juru bicara pemerintah Maladewa Mohamed Shareef mengatakan kondisi para korban stabil.
"Kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Maladwa. Bagi kami ini persoalan serius karena pariwisata adalah sumber utama penerimaan negara," kata Shareef.
Tujuan wisata
Maladewa adalah rangkaian pulau-pulau yang dipimpin oleh Presiden Maumoon Abdul Gayoom selama 29 tahun terakhir.
Hingga belakangan ini, semua partai politik dilarang di negara itu, namun setelah tekanan internasional meningkat dan gerakan prodemokrasi semakin besar, Presiden Gayoom melakukan beberapa pembaharuan.
Namun oposisi mengatakan presiden berusaha menghambat.
Bulan lalu Presiden Gayoom memenangkan referendum yang mendukung sistem presidensial yang kuat.
Partai-partai oposisi mengatakan pemungutan suara dicurangi dan mereka menolak hasil referendum.
Meskipun ada ketegangan antara kekuatan pemerintah dan para pegiat oposisi, serangan terhadap para turis hampir tidak pernah terjadi.
Mayoritas penduduk Maladewa adalah Muslim dan meskipun tradisi keagamaan di negara itu moderat dan toleran, para pengamat mengatakan radikalisme Islam telah meningkat.
Industri utama Maladewa adalah pariwisata.
Lebih dari 600 ribu wisatawan mengunjungi pulau itu tahun lalu, dan pemerintah ingin memastikan bahwa reputasi negara itu sebagai tempat wisata yang aman di daerah tropis tidak rusak.