28 September, 2007 - Published 12:43 GMT
Jepang meminta pemeriksaan penuh oleh Birma atas kematian seorang wartawan Jepang yang meliput demonstrasi anti pemerintah di Rangoon.
Kenji Nagai, 50 tahun, ditembak mati pada hari Kamis ketika meliput unjuk rasa di kota utama Birma tersebut.
Rekaman gambar televisi yang muncul menyoroti kemungkinan bahwa wartawan video itu menjadi sasaran tembakan dan bukan tertembak tidak sengaja.
Pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak menghentikan pengiriman bantuan ke Birma.
Jepang adalah negara donor terbesar bagi Birma dan sebelumnya pernah dikecam karena tidak mengambil tindakan tegas terhadap junta militer.
Menteri Sekretaris Kabinet Nobutaka Machimura mengatakan pada hari Jumat bahwa Tokyo akan "mendesak pemerintah Myanmar [Birma] untuk menyelidiki kematian [Kenji Nagai]".
Dia mengatakan "untuk saat ini kami belum memutuskan untuk menghentikan bantuan dana", namun menambahkan bahwa Jepang akan memantau tanggapan dari masyarakat internasional tentang pemberian bantuan bagi Birma.
Perdana Menteri Jepang yang baru, Yasuo Fukuda menggambarkan kematian Nagai sebagai "sangat tercela", namun dia mengatakan Jepang harus berkonsultasi dengan negara-negara lain sebelum menjatuhkan "sanksi yang tergesa-gesa".
Jepang menahan sebagian bantuan dana untuk Birma sejak pemimpin pro demokrasi Aung San Suu Kyi ditahan pada tahun 2003.
Namun Jepang mendanai proyek-proyek darurat dan kemanusiaan berdasarkan kasus per kasus, dan merupakan salah satu mitra dagang penting bagi junta militer Birma.
Seruan penyelidikan
Kenji Nagai, seorang wartawan berpengalaman yang pernah bertugas di banyak daerah berbahaya di dunia, terbunuh di dekat pagoda Sule, yang menjadi salah satu tempat utama unjuk rasa.
Televisi Jepang memasang gambar yang tampaknya memperlihatkan seorang tentara pemerintah Birma menembak wartawan itu dari jarak dekat.
Nagai, yang bekerja bagi jaringan APF yang berkantor pusat di Tokyo, terlihat jatuh ke jalan sambil memegang kameranya di saat seorang serdadu mengacungkan senapannya.
Tim dokter kedutaan Jepang mengukuhkan bahwa Nagai tewas akibat peluru di dadanya.
"Apakah [penembakan] itu sengaja atau dari jarak dekat, ini yang masih harus diselidiki," kata Nobutaka Machimura, juru bicara pemerintah Jepang.
Pemerintah Fukuda mempertimbangkan untuk mengirim Wakil Menteri Luar Negeri Mitoji Yabunaka ke Birma akhir pekan ini untuk melakukan pembicaraan, kata para pejabat.