BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 September, 2007 - Published 17:50 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Wakil PBB bertemu oposisi Birma
 
Utusan khusus PBB, Ibrahim Gambari
Gambari berharap bisa menjadi penengah antara junta dan oposisi
Utusan khusus PBB untuk Birma, Ibrahim Gambari sudah bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi di kota terbesar Rangoon.

Gambari sedang berupaya menjadi penengah antara junta Birma dan kelompok oposisi, serta berupaya mengakhiri tindakan berdarah yang dilakukan militer terhadap para demonstran yang ikut protes-protes pro-demokrasi.

Sebelumnya, dia bertemu dengan beberapa pemimpin militer Birma di ibukota Birma yang baru, Naypyidaw dan sekarang sudah kembali ke kota itu untuk melanjutkan perundingan.

Gambari masih harus bertemu jenderal senior Than Shwe atau wakilnya.

Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional bagi Demokrasi dengan mudah memenangkan pemilu pada tahun 1990, tetapi hasilnya dianulir oleh junta militer.

Para biku ditahan

Gambari diyakini menjadi orang asing pertama yang bertemu Suu Kyi, yang berada dalam tahanan rumah, dalam sepuluh bulan terakhir.

Satu pernyataan PBB mengatakan mereka berbicara sekitar satu jam di wisma kenegaraan dekat villa tempat Suu Kyi ditahan.

Tentara Birma
Tentara ada di setiap sudut jalan di kota Rangoon hari Minggu

Gambari sebelumnya bertemu dengan perdana menteri sementara Birma, wakil menteri luar negeri dan menteri penerangan serta menteri kebudayaan.

Pernyataan itu menyebutkan Gambari menantikan pertemuan dengan Jenderal Than Shwe, kepala dewan militer yang menjalankan pemerintahan di Birma.

Demonstrasi-demonstrasi di Birma sudah berlangsung hampir dua minggu.

Tetapi jumlah demonstran di jalan sekarang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan puncak protes-protes, dan para biku yang memimpin demonstrasi awal sekarang dicegah meninggalkan biara-biara mereka.

Para saksi mata mengatakan satu orang tewas ditembak semalam ketika militer merazia satu biara di Rangoon, menahan lebih dari 60 biku.

Seorang wanita mengatakan kepada BBC, orang-orang marah melihat para biku dilempar ke truk.

"Seorang lelaki muda berdiri dan berteriak, dia langsung ditembak. Istrinya datang berlari mendekatinya, mereka menampar dia. Mereka mengambil jenazahnya dan pergi," kata dia.

Dutabesar Inggris untuk Birma, Mark Canning mengatakan kepada BBC ada sekitar 15 ribu tentara di Rangoon, dan tidak ada laporan mengenai demonstrasi lanjutan di Rangoon hari Minggu.

"Mereka berhasil menggambarkan situasi normal, tetapi hanya dengan kehadiran militer yang luar biasa besar," kata dia.

Namun begitu, satu demonstrasi yang melibatkan ratusan orang dilaporkan berlangsung di Taung Gote di Birma Barat.

Kritik yang langka

Para biku Buddha, yang awalnya menjadi pemimpin demonstrasi-demonstrasi ini, sudah ditahan atau dipaksa tetap tinggal di biara-biara mereka.

Pemerintah militer mengatakan 10 orang tewas minggu lalu dalam upaya menghentikan demonstrasi-demonstrasi oposisi.

Biku Buddha Birma
Biku Budha berada di garis depan demonstrasi

Para diplomat dan pegiat mengatakan jumlah yang tewas jauh lebih besar.

Pemimpin Birma biasanya tidak mengindahkan tekanan dari luar.

Tetapi tindakan militer yang brutal terhadap para demonstran memicu kritik yang jarang dikeluarkan Cina dan negara-negara anggota ASEAN, dimana Birma juga menjadi anggota.

Seorang utusan Jepang diperkirakan akan tiba di Birma untuk memastikan penyelidikan penuh atas tewasnya seorang wartawan video Jepang, Kenji Nagai.

Video rekaman kematiannya Rabu lalu memperlihatkan seorang tentara menembak dia dari jarak dekat ketika pasukan keamanan membubarkan para demonstran di pusat kota Rangoon.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy