BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 September, 2007 - Published 12:57 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
KPU dukung Musharraf
 
Pengunjuk rasa dan aparat keamanan
Bentrokan berlangsung selama beberapa jam
Para pejabat komisi pemilihan Pakistan menyetujui nominasi Presiden Pervez Musharraf untuk dipilih kembali sebagai presiden, meski ada upaya-upaya untuk menggagalkannya.

Komisi pemilihan menyetujui Jenderal Musharraf dan dua saingannya untuk menjadi kandidat pada pemilihan presiden tanggal 6 Oktober mendatang.

Para pengacara dan pegiat marah atas upaya Musharraf untuk dipilih kembali sebelum melepaskan jabatannya sebagai panglima angkatan bersenjata.

Pada Sabtu pagi mereka bentrok dengan aparat polisi.

Petugas keamanan menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Islamabad dan Lahore.

Para pengamat memperkirakan Jenderal Musharraf akan memenangkan pemilihan nanti.

Batu dilempar

Para pegiat oposisi awalnya berharap Musharraf akan dilarang untuk mencalonkan diri sebagai presiden, karena dia belum melepas jabatannya sebagai panglima angkatan bersenjata.

TANGGAL PENTING
2 Okt: Aliasi oposisi utama akan mulai memboikot pemilihan
06 Okt: Pemilihan presiden digelar, kata komisi pemilihan
18 Okt: Mantan PM Benazir Bhutto merencakan akan pulang
15 Nov: Masa tugas parlemen berakhir dan pemilihan umum harus digelar

Namun Mahkamah Agung pada hari Jumat membatalkan sejumlah gugatan, dan Komisi Pemilihan pada hari Sabtu menyetujui pencalonannya.

Sebelum Komisi Pemilihan mengeluarkan pernyataan, ratusan pengacara turun ke jalan-jalan termasuk di ibukota Islamabad, dan berkumpul di kantor-kantor komisi pemilihan.

Wartawan BBC Barbara Plett, di Islamabad, mengatakan bentrokan antara polisi dan para demonstran terjadi selama beberapa jam.

Dia mengatakan kedua pihak saling melempari batu.

Polisi mengatakan mereka menerapkan hukum yang melarang unjuk rasa di ibukota, namun para pengunjuk rasa mengklaim aksi protes mereka awalnya secara damai dan berubah menjadi kekerasan karena dikepung oleh aparat.

Insiden ini mengisyaratkan Pakistan kemungkinan akan dilanda guncangan politik selama seminggu menjelang pemilihan presiden pekan depan, kata wartawan kami.

Para pegiat oposisi diperkirakan akan kembali mengajukan gugatan terhadap pencalonan Jenderal Musharraf dan akan berkampanye agar pemilihan ditunda.

Namun para pengamat menilai pemungutan suara akan berjalan sesuai rencana.

Lebih dari 40 kandidat akan ikut dalam pemilihan presiden, namun tidak ada calon yang diperkirakan mampun mengalahkan Musharraf.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy