BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 September, 2007 - Published 09:12 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bom Kabul, 27 tentara tewas
 
Pejabat pemerintah Afghanistan meninjau lokasi pemboman bis di Kabul
Bis dilaporkan membawa personil angkatan bersenjata Afghanistan
Serangan bom dahsyat pada sebuah bis di ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan setidaknya 27 anggota angkatan bersenjata negara itu, kata para pejabat pemerintah.

Bis itu hancur akibat ledakan dan para saksi menggambarkan mereka melihat beberapa mayat di sekitar lokasi ledakan.

Para pejabat mengatakan ledakan disebabkan oleh pembom bunuh diri, dan bahwa ledakan itu menyebabkan bis terbelah menjadi dua.

Duapuluh satu orang lainnya luka-luka, kata juru bicara kementerian pertahanan Jenderal Zahir Azimi kepada BBC.

Dia mengatakan seorang pria berseragam militer meledakkan bom ketika dia naik ke dalam bis.

Lebih dari 3.000 orang terbunuh tahun ini di saat tentara Afghanistan dan pasukan asing memerangi para pejuang Taliban.

Kaca-kaca pecah

Wartawan BBC Alastair Leithead di Kabul, mengatakan suara sirene darurat terdengar di seluruh penjuru Kabul sejak pagi hari setelah ledakan terjadi.

Kepala kepolisian Kabul, Jenderal Alishah Paktiawal mengatakan bom meledak pada jam 06.30 waktu setempat (09.00 WIB) di dalam bis yang padat dengan staf angkatan bersenjata.

Bis itu hancur akibat ledakan, dan kaca-kaca jenderal di sejumlah rumah di dekat tempat ledakan pecah.

Para pejuang Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang merupakan serangan paling dahsyat kedua di Kabul sejak rezim Taliban jatuh pada tahun 2001.

Pada bulan Juni, sebuah bis polisi menjadi sasaran serangan di Kabul, dan menewaskan 35 personil polisi dalam serangan terparah di kota itu sejak Taliban jatuh.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy