BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Agustus, 2007 - Published 19:56 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Bush redakan krisis pinjaman
 
Presiden Bush
Pidato Presiden Bush diikuti secara seksama.
Presiden George W Bush dan Gubernur Bank Sentral Amerika Ben Bernanke masing-masing mengumumkan rencana untuk melonggarkan masalah di Amerika yang disebabkan masalah kredit macet sektor perumahan.

Presiden Bush mengumumkan satu paket kebijakan untuk membantu pemilik rumah yang berjuang keras membayar cicilan kredit perumahan di tengah krisis kredit macet.

Sementara itu Bernanke memberi petunjuk bahwa tingkat bunga kemungkinan diturunkan sementara Bank Sentral berusaha "mendorong stabilitas finansial secara umum".

Dia mengatakan, kerugian telah melampaui "proyeksi paling pesimis".

Kerugian ini berasal dari cicilan kredit perumahan yang sudah jatuh tempo, pinjaman berisiko tinggi kepada orang-orang dengan tingkat pembayaran kredit buruk atau pendapatan rendah.

'Tidak ada talangan'

Presiden Bush mengatakan, kebijakannya bertujuan menghentikan lebih banyak orang yang terkena jatuh tempo dalam pembayaran cicilan dan memberikan kesempatan kepada pemilik rumah untuk tetap "menjadi pusat impian Amerika".

Komentar Presiden Bush
Menyerukan Kongres mensahkan undang-undang yang memberikan fleksibilitas leih besar bagi Bidang Perumahan Federal membantu mereka yang kesulitan cicilan perumahan.
Menyerukan reformasi aturan pajak, membantu para peminjam untuk mendapatkan lagi pinjaman.
Menuntut praktek peminjaman lebih ketat dan menjalankan undang-undang yang dirancang menghentikan peminjam yang curang.

Diantara usulannya adalah reformasi undang-undang pajak untuk membantu para peminjam agar dapat mendapatkan pinjaman lagi namun Presiden Bush menambahkan bukan tugas pemerintah memberikan talangan kepada spekulator.

"Gangguan baru-baru ini dalam industri kredit perumahan biasa-biasa saja, normal dikaitkan dengan ukuran ekonomi kita," ujar Presiden.

"Namun jika keluarga Anda termasuk dalam masalah pembayaran cicilan bulanan, masalah ini menjadi tidak sederhana lagi," lanjutnya.

Bernanke menegaskan bukanlah tugas Bank Sentral "untuk melindungi para peminjam atau investor dari konsekuensi keputusan finansial mereka."

Namun dia menambahkan, "Bank sentral siap membuat langkah tambahan yang diperlukan untuk menyediakan likuiditas dan mendorong fungsi pasar yang terbit."

Bank Sentral akan bertemu 18 September nanti di tengah spekulasi yang semakin kuat akan mengurangi biaya peminjaman untuk melonggarkan masalah likuiditas sekarang di pasr keuangan.

Komentar ini mengesankan investor, Indeks Dow Jones dan Nasdaq menguat 1,2 % pada perdagangan sore.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy