|
Perayaan 50 tahun Malaysia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ribuan orang menghadiri sejumlah perayaan di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, menandai 50 tahun berdirinya negara itu. Para penari dan drumban berpawai di Lapangan Merdeka, tempat perdana mentri pertama Malaysia mengumumkan kemerdekaan dari Inggris tanggal 31 Agustus 1957. Perdana Mentri Abdullah Badawi berpidato berisi seruan agar rakyat bersatu sebagai bangsa. "Kita harus menjamin bahwa tidak ada kawasan atau masyarakat yang tertinggal," katanya. "Kita harus memegang konsep keadilan dan kesamaan bagi seluruh warga." Perayaan itu muncul ditengah hangatnya debat tentang apa artinya menjadi warga Malaysia di tengah beragamnya etnis, menurut sejumlah laporan. Parade militer Sekitar 60.000 orang berkumpul hari Kamis malam untuk menyaksikan berbagai acara menandai apa yang telah dicapai negara itu dalam 50 tahun terakhir. Perayaan juga ditandai dengan kembang api dan bendera nasional dikibarkan untuk menandai akhir pendudukan Inggris di semenanjung Malaysia. Perayaan hari Jumat mencakup air show angkatan udara Malaysia, dan juga peragaan kavaleri polisi dan unit anjing pelacak. Para tamu asing menghadiri perayaan itu, termasuk Pangeran Andrew dari Inggris. Perdana mentri dari Thailand, Singapura, Filipina, Laos, Vietnam dan Kamboja juga hadir. Wartawan BBC di Malaysia, Andrew Harding mengatakan Malaysia berubah drastis sejak tahun 1957. Stabilitas politik dan pembangunan telah mengubah perekonomian negara itu. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||