BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Agustus, 2007 - Published 13:13 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Pemerintah Irak serukan tenang
 
Sadr
Tentara Mehdi pimpinan Sadr diduga memiliki 60.000 pejuang
Pemerintah Irak menyerukan kelompok militan lain untuk mengikuti langkah milisi Mehdi pimpinan Moqtada Sadr untuk menghentikan aktifitas.

Dalam satu pernyataan, kantor Perdana Mentri Nouri Maliki menyambut perintah Sadr untuk menghentikan aksi bersenjata selama maksimum enam bulan.

Para pejabat menyerukan kepada semua kelompok bersenajta, baik Sunni dan Shiah, dengan mengatakan "merupakan peluang baik" untuk menghentikan serangan.

Mereka mengatakan langkah ini akan menjaga "integritas dan kedaulatan" Irak.

Namun wartawan BBC Mike Wooldridge mengatakan faktanya pemerintah tidak mengantisipasi akan mencapai pengertian dengan kelompok yang dianggap paling ekstrim itu, atau al-Qaeda di Irak.

Selain itu juga ada kebingungan tentang bagaimana puluhan ribu tentara Mehdi menafsirkan dihentikannya aktifitas selama enam bulan itu untuk "merehabiltasi organisasi dan juga menjaga citra ideologi".

Di kawasan Sadr, di tempat kumuh Shiah di barat laut Baghdad, para penduduk mengatakan kepada the Associated Press hari Kamis bahwa tidak ada tanda-tanda milisi Mehdi, yang biasanya berada di jalan-jalan.

Namun seorang pembantu dekat Sadr mengatakan hari Kamis perintah menghentikan aksi bersenjata mungkin hanya berlangsung satu minggu bila pasukan Amerika dan Irak tidak berhenti menangkap pengikut Sadr.

Pertempuran senjata

Milisi yang setia kepada Sadr disalahkan karena bentrokan hari Selasa yang menyebabkan 50 orang meninggal dan 200 terluka, menurut polisi.

Pertempuran ini membuat kegiatan keagaman terhenti di Irak yang melibatkan ratusan ribu jemaah Shiah di kota Karbala.

Namun Sadr menyanggah terlibat dalam kekerasan itu dan kantor Maliki menekankan mereka tidak menuduh pengikut Sadr bertanggung jawab atas kekerasan di Karbala.

Pernyataan menyebutkan pasukan pemerintah tidak mencari sasaran pengikut Sadr di Karbala setelah kekerasan itu. Hal ini mengacu pada penahanan lebih dari 70 orang.

"Gerakan Sadr adalah kekuatan politik penting di Irak dan akan tetap akan aktif dalam proses politik," kata kantor perdana mentri.

"Langkah yang diambil pemerintah setelah kejadian tragis di Karbala tidak menyalahkan gerakan Sadr."

"Pemerintah hanya akan mengejar oknum-oknum yang melakukan kejahatan."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy