|
AS kecam penahanan Birma | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Presiden Amerika George Bush mengecam pemimpin militer Birma atas penahanan demonstran yang menentang naiknya bahan bakar. Bush mengatakan para pengunjuk rasa harus didengar dan bukannya "dibungkam". Puluhan orang ditahan dalam berbagai unjuk rasa kecil di seluruh negara sejak naiknya harga bahan bakar tanggal 15 Agustus lalu. Para pengamat mengatakan unjuk rasa itu merupakan hal yang sangat jarang di negara yang dipimpin oleh militer itu. "Saya mengecam keras aksi rejim Birma dalam menahan, dan menyerang para aktifis pro-demokrasi yang mengorganisir atau terlibat dalam demonstrasi damai," kata Bush. "Para aktifis ini menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya kenaikan bahan bakar secara dramatis, dan keprihatinan mereka harus didengar oleh rejim dan bukannya dibungkam melalui kekerasan." Mogok makan Pemerintah meningkatkan harga bensin dan diesel, dua kali lipat pada tanggal 15 Agustus. Harga bahan bakar gas, yang digunakan untuk bus, meningkatkan lima kali lipat. Alasan dibalik kenaikan itu masih belum jelas. Namun kenaikan itu sangat menyulitkan bagi rakyat miskin. Sejak itu, terjadi sejumlah aksi protes, baik di Rangoon dan di kota-kota lain di seluruh negara. Puluhan orang diperkirakan ditahan dan muncul laporan sebagian dari mereka melakukan mogok makan. Bush mendesak pemerintah Birma untuk "menghentikan intimidasi terhadap warga Birma yang berupaya meningkatkan demokrasi dan hak asasi." Sejumlah laporan menyebutkan walaupun demonstrasi yang terjadi relatif kecil, langkah mereka untuk terus melanjutkannya dianggap luar biasa ditengah upaya pemerintah meredamnya. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||