BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Agustus, 2007 - Published 13:24 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
AS bisa aman mundur dari Irak
 

 
 
Tentara Amerika
Laporan baru mempertanyakan kemujaraban penambahan pasukan di Irak.
Sebuah laporan baru dari sebuah lembaga kajian strategi di Amerika Serikat menyebutkan negara itu bisa dengan aman menarik pasukannya dari Irak dalam waktu setahun kedepan.

Laporan lembaga itu, Center for American Progress, berlawanan dengan lembaga pengawas kongres, Government Accountability Office (GAO) yang menampilkan kepesimisannya akan Irak.

Menurut GAO hanya tiga dari 18 persyaratan untuk menarik pasukan dari Irak yang telah terpenuhi.

Tak ada yang membantah bahwa bulan depan akan menjadi masa kritis bagi strategi terbaru Amerika di Irak.

Dan bisa dimengerti kalau perdebatan di Washington terus menghangat mengenai persoalan ini.

Yang tambah menghangatkan suasana adalah argumentasi lembaga kajian yang cenderung kekiri-kirian, Center for American Progress, yang menyebut sebagian besar tentara Amerika bisa ditarik dengan aman dalam waktu satu tahun ke depan dan bahwa Pentagon seharusnya mempersiapkan dari sekarang.

Berbagai pandangan, baik yang resmi maupun tidak, berseliweran di Washington saat ini dan tak diragukan lagi pemerintahan Bush ataupun pengritiknya akn mencomot sesuai kebutuhan argumentasi mereka.

Laporan negatif

Harian Washington Post melaporkan bahwa lembaga pengawas kongres yang sangat dihormati, GAO, memberikan laporan yang sangat negatif akan perang Irak.

Jenderal Petraeus
Semua mata memandang ke Jenderal Petraeus, komandan tertinggi Amerika di Irak.

Dikatakan hanya 3 dari delapan belas persyaratan penarikan mundur pasukan telah dipenuhi.

Itupun dua dari yang telah dipenuhi tidak sepenuhnya memuaskan.

Bush mengatakan ia akan mendengarkan nasehat dari jenderalnya di lapangan.

Asumsi yang beredar adalah bahwa pandangan panglima tertingginya di Irak, Jenderal David Petraeus, akan menjadi kunci.

Tetapi mungkin untuk menjaga agar pilihan tetap terbuka atau juga bisa dilihat dari adanya perpecahan di kalangan atas militer Amerika, Pentagon telah dengan jelas mengatakan, Bush akan mendengarkan nasehat sejumlah jenderal tertingginya yang dikatakan sejak awal ragu akan strategi menambah pasukan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy