BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Agustus, 2007 - Published 15:34 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Nawaz Sharif akan pulang ke Pakistan
 
Nawaz Sharif
Nawaz Sharif berada di pengasingan selama delapan tahun tinggal di Inggris dan Arab Saudi.
Mantan Perdana Menteri Pakistan di pengasingan, Nawaz Sharif mengatakan akan kembali ke negaranya 10 September mendatang untuk menantang Presiden Jenderal Pervez Musharraf.

Sharif yang digulingkan Jenderal Musharraf tahun 1999, berbicara di London seminggu setelah Mahkamah Agung Pakistan membangkang terhadap pemerintah dengan mengatakan kepulangannya sah.

Pernyataan itu muncul sementara mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto mengklaim dia hampir mencapai kesepakatan berbagi kekuasaan dengan Jenderal Musharraf.

Wartawan mengatakan, Sharif masih mungkin menghadapi dakwaan jika dia pulang.

Sharif mengatakan dia berencana "memulai perjuangan keras melawan kediktatoran" seraya menambahkan, Jenderal Musharraf harus mundur jabatan presiden dan militer.

Dia mengatakan "tidak menguntungkan" jika Bhutto membuat kesepakatan dengan Jenderal Musharraf.

"Saya tidak sependapat dengan kebijakan Bhutto sekarang berjabat tangan dengan seorang diktator. Dia telah mengatakannya kepada saya dan dia akan pulang," katanya.

Sharif dihukum penjara seumur hidup karena sejumlah pelanggaran termasuk menghindari pajak dan subversi sebelum dia mengasingkan diri menyusul kudeta tahun 1999.

Pihak berwenang Pakistan mengatakan, Sharif berjanji untuk tinggal di luar negeri dan menjauh dari politik selama 10 tahun untuk ditukar dengan kebebasannya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy