|
Nawaz Sharif akan pulang ke Pakistan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mantan Perdana Menteri Pakistan di pengasingan, Nawaz Sharif mengatakan akan kembali ke negaranya 10 September mendatang untuk menantang Presiden Jenderal Pervez Musharraf. Sharif yang digulingkan Jenderal Musharraf tahun 1999, berbicara di London seminggu setelah Mahkamah Agung Pakistan membangkang terhadap pemerintah dengan mengatakan kepulangannya sah. Pernyataan itu muncul sementara mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto mengklaim dia hampir mencapai kesepakatan berbagi kekuasaan dengan Jenderal Musharraf. Wartawan mengatakan, Sharif masih mungkin menghadapi dakwaan jika dia pulang. Sharif mengatakan dia berencana "memulai perjuangan keras melawan kediktatoran" seraya menambahkan, Jenderal Musharraf harus mundur jabatan presiden dan militer. Dia mengatakan "tidak menguntungkan" jika Bhutto membuat kesepakatan dengan Jenderal Musharraf. "Saya tidak sependapat dengan kebijakan Bhutto sekarang berjabat tangan dengan seorang diktator. Dia telah mengatakannya kepada saya dan dia akan pulang," katanya. Sharif dihukum penjara seumur hidup karena sejumlah pelanggaran termasuk menghindari pajak dan subversi sebelum dia mengasingkan diri menyusul kudeta tahun 1999. Pihak berwenang Pakistan mengatakan, Sharif berjanji untuk tinggal di luar negeri dan menjauh dari politik selama 10 tahun untuk ditukar dengan kebebasannya. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||