BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Agustus, 2007 - Published 11:27 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Indonesia: demo anti Malaysia jangan merusak
 

 
 
Presiden Yudhoyono dan PM Abdullah Badawi
Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi memiliki hubungan yang erat.
Pemerintah Indonesia meminta agar unjuk rasa anti Malaysia, yang sejauh ini dianggap masih dalam batas kewajaran, tidak bermuara kepada rusaknya hubungan kedua negara.

Menko Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS menegaskan hal itu, usai menggelar rapat koordinasi para menteri bidang keamanan khusus membahas insiden pemukulan seorang warga Indonesia oleh Polisi Malaysia.

Sementara Wakil Presiden Yusuf Kalla memutuskan untuk tetap berangkat ke Malaysia untuk menghadiri peringatan kemerdekaan negara itu, walaupun sikapnya itu dipertanyakan para politisi di DPR.

Usai menggelar rapat kordinasi dengan Kapolri Jendral Sutanto dan Kepala BIN Syamsir Siregar, Menkopolhukam Widodo AS menilai unjuk rasa anti Malaysia yang marak digelar di berbagai daerah belakangan ini masih dalam taraf wajar.

Menanggapi permintaan sejumlah anggota DPR agar pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia, Widodo meminta agar kasus ini tidak disikapi secara berlebihan yang bisa merusak kepentingan kedua negara.

Lindungi warga Malaysia

Sementara itu, Kapolri Jendral Sutanto mengatakan kepolisian siap melindungi warga Malaysia yang ada di Indonesia.

Sutanto menambahkan pemerintah Malaysia sudah mengambil tindakan hukum atas empat anggota polisi yang diduga memukul wasit karate asal Indonesia, Donald Luther Colopita.

Meskipun demikian, akibat insiden ini, berbagai kelompok masyarakat menyikapinya dengan menggelar unjuk rasa anti Malaysia.

Sentimen ini makin merembet setelah Menlu Malaysia Syed Hamid Albar mengatakan pihaknya tidak perlu minta maaf, karena kejadian seperti itu.

Atas sikap ini, sebagian anggota DPR menyerukan agar masyarakat memboikot produk negara itu hingga usulan agar Indonesia memutuskan hubungan diplomatik.

Namun Wakil Presiden Yusuf Kalla memastikan tetap akan berangkat ke Malaysia sebagai undangan menghadiri perayaan kemerdekaan negara itu, walaupun sebagian anggota DPR meminta agar kunjungan itu dibatalkan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy