BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 05 Agustus, 2007 - Published 08:54 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Cina perlunak slogan KB
 
Ibu cina dan anaknya di kawasan perbelanjaan
Kebijakan satu anak akan disampaikan dengan bahasa lebih halus
Cina memperlunak slogan-slogan untuk mempromosikan kebijakan satu anak yang "memuat kata keras" sehingga terdengar tidak begitu mengancam.

Sebagian poster di kawasan pedesaan akan dilarang, seperti yang berbunyi "Lebih banyak anak, lebih banyak kuburan."

Daftar 190 semboyan yang bisa diterima telah diterbitkan sebagai penggantinya.

Pihak berwenang Cina yakin bahasa keras sebagian slogan yang ada mengancam citra kebijakan satu anak, yang telah diterapkan sejak 1979 untuk membatasi laju pertumbuhan penduduk.

Kantor berita resmi Cina Xinhua menjelaskan keputusan Komisi Kependudukan Nasional dan Keluarga Berencana "sebagai upaya untuk menggalang pemahaman lebih besar terhadap kebijakan pengendalian kependudukan negara."

Penduduk terbanyak

Slogan "berkualitas rendah" yang dijadikan contoh dari spanduk-spanduk di pedesaan atau internet:"Kurangi bayi, perbanyak babi", "Rumah dirobohkan, sapi disita, kalau tuntutan aborsi ditolak" dan "Satu bayi lagi berarti satu kuburan lagi."

Di antara slogan baru yang direkomendasikan "Ibu Pertiwi terlalu penat untuk menanggung lebih banyak anak" dan "Anak perempuan dan laki-laki sama-sama buah hati orang tua."

Kebijakan keluarga berencana Cina yang sudah berjalan 28 tahun membatasi jumlah anak yang bisa dimiliki pasangan di perkotaan hanya satu saja dan mengizinkan keluarga di pedesaan memiliki anak kedua jika anak pertama mereka perempuan.

Para pengkritik mengatakan, ketentuan tersebut menyebabkan aborsi paksa, sterilisasi, dan rasio seks yang sangat timpang akibat kecenderungan tradisional untuk mengutamakan anak laki-laki dan ini mendorong sebagian keluarga menggugurkan janin perempuan dengan harapan memperoleh bayi laki-laki.

Cina memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia dengan 1,3 miliar jiwa pada tahun 2005, dan mengatakan, kebijakan satu anak membantu membatasi laju pertumbuhan penduduk.

 
 
Juru warga Cina siasati KB
26 Mei, 2007 | Laporan Mendalam
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy