http://www.bbc.com/indonesian/

31 Juli, 2007 - Published 20:14 GMT

PBB dukung pasukan di Darfur

Dewan Keamanan PBB menyetujui sebuah resolusi untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah Sudan yang bermasalah, Darfur.

Sampai 26.000 personil - pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia - akan dikirimkan dalam upaya gabungan PBB dan Afrika.

Dewan Keamanan PBB mendukung pasukan itu dengan suara bulat setelah perundingan penting yang didukung Cina.

Sekjen PBB Ban Ki-moon melukiskan misi itu sebagai "historis dan belum pernah terjadi".

Emyr Jones Parry, Duta Besar Inggris di PBB, yang menjadi sponsor resolusi memperingatkan bahwa hanya dengan pemungutan suara mendukung terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak akan menyelamatkan nyawa di Darfur.

Sudan dan sekutu yang memiliki kekuatan veto, Cina tampaknya setuju dengan kalimat dalam resolusi yang banyak diperdebatkan itu.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dalam kunjungan ke markas PBB di New York mengatakan dia mengharapkan kesepakatan segera dicapai.

Resolusi itu akan memasukan pasal dalam Bab Ketujuh Piagam PBB yang akan memberikan ijin bagi pasukan penjaga perdamaian membela penduduk sipil dan pekerja bantuan dari setiap serangan.

Bab Ketujuh juga mengijinkan "tindakan yang diperlukan" oleh tentara mandat PBB dalam upaya menjamin stabilitas.

Resolusi itu juga menyerukan dimulainya perundingan damai yang telah dijadwalkan akhir minggu ini di Tanzania.

Penggunaan kekuatan

Di markas PBB Brown menegaskan, kini waktunya untuk perubahan arah di Darfur yang dia lukiskan sebagai bencana kemanusiaan terbesar di dunia sekarang.

"Namun harus jelas, jika ada pihak yang menghalangi kemajuan ini dan pembunuhan berlanjut, saya dan yang lainnya akan melipatgandakan upaya memberlakukan sanksi lebih lanjut," kata Brown.

Wartawan BBC Matt Wells menyebutkan, pemerintah Sudan yang menentang unsur-unsur dalam rancangan resolusi sebelumnya dikatakan senang dengan versi sekarang.

Cina yang merupakan investor utama di Sudan dan pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB dilaporkan setuju terhadap resolusi itu.

Duta Besar Cina untuk PBB Wang Guangya menerima dimasukannya Bab Ketujuh yang sekarang diperlukan namun mengatakan, "kita perlu secara akurat dan hati-hati" mengenai kapan dan bagaimana digunakan.

Penundaan

Berdasarkan syarat resolusi, pasukan Uni Afrika yang sekarang akan tetap tinggal di Darfur diperkuat dengan tentara baru.

Sebagian besar tentara baru yang akan memiliki hak hanya "memonitor" penyebaran dan penggunakan senjata ilegal di Darfur akan datang dari negara-negara Afrika.

Misi penjaga perdamaian yang dikenal dengan nama Unamid atau United Nations African Union Mission in Darfur akan memakan biaya $ 2 milyar pertahun, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Jika disetujui, akan datang bersama pada akhir tahun 2007 dengan tujuan beroperasi mulai akhir tahun ini.

Menurut Reuters, meskipun Sudan menyetujui permintaan PBB agar tentaranya memasuki wilayahnya, para pejabat mengatakan kekuatan penuh pasukan itu tidak akan berada disana sampai 2008.