http://www.bbc.com/indonesian/

30 Juli, 2007 - Published 09:22 GMT

Rakyat Irak 'butuh bantuan'

Hampir sepertiga dari penduduk Irak membutuhkan bantuan darurat secepatnya, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Oxfam dan koalisi sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) Irak.

Laporan itu mengatakan pemerintah Irak telah gagal menyediakan kebutuhan mendasar seperti air, sarana kebersihan, makanan dan tempat tinggal bagi sekitar delapan juta orang.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa aksi kekerasan yang berlanjut menyebabkan krisis kemanusiaan -- yang memburuk sejak penyerbuan tahun 2003 -- kurang mendapat perhatian.

Sejumlah LSM itu juga menemukan bahwa empat juta rakyat Irak kehilangan tempat tinggal mereka akibat konflik.

Lebih dari dua juta orang menjadi pengungsi di dalam negara mereka sendiri, sementara dua juta penduduk lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga, menurut laporan tersebut.

Pada hari Kamis, sebuah konperensi internasional di Yordania berjanji akan membantu para pengungsi mengatasi kesulitan mereka.

Laporan yang disusun oleh LSM Inggris, Oxfam, dan Komite Koordinasi LSM di Irak menyadari bahwa konflik bersenjata adalah masalah terbesar yang dihadapi rakyat Irak, namun laporan tersebut menyatakan rakyat Irak "semakin terancam oleh penyakit dan kekurangan gizi".

Saat ini, 70% dari penduduk Irak yang berjumlah 26,5 juta diperkirakan tidak mendapatkan akses yang cukup ke air, dibandingkan dengan 50% sebelum invasi pimpinan Amerika Serikat. Hanya 20% warga memiliki sarana kebersihan yang memadai.

Hampir 30% anak-anak Irak kekurangan gizi, naik tajam dibandingkan empat tahun lalu. Sekitar 15% penduduk tidak memiliki uang cukup untuk makan secara teratur.

Laporan itu juga mengatakan 92% anak-anak di Irak mengalami kesulitan dalam belajar.

"Sarana mendasar, yang rusak akibat perang dan sanksi selama bertahun-tahun, tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Irak," kata direktur Oxfam International, Jeremy Hobbs.

"Jutaan penduduk Irak terdorong untuk melarikan diri dari kekerasan, baik itu ke daerah lainnya di Irak atau keluar dari negara tersebut. Banyak dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan."

Jeremy Hobbs mengatakan meski kekerasan berlanjut, pemerintah Irak dan masyarakat internasional seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan rakyat Irak.

"Pemerintah Irak harus berjanji untuk membantu rakyat termiskin Irak, termasuk mereka yang menjadi pengungsi di negara sendiri, dengan memperluas pengiriman bantuan pangan dan pemberian uang tunai kepada mereka yang amat membutuhkan," katanya.

"Negara-negara donor Barat harus berupaya melalui organisasi-organisasi bantuan Irak dan internasional dan mengembangkan sistem yang lebih fleksibel untuk memastikan badan-badan ini beroperasi secara efektif dan efisien."

Oxfam sejak tahun 2003 tidak beroperasi di Irak karena alasan keamanan.