http://www.bbc.com/indonesian/

28 Juli, 2007 - Published 21:44 GMT

PM Jepang hadapi ujian

Tempat pemberian suara di Jepang mulai dibuka dalam pemilihan majelis tinggi parlemen nasional.

Meskipun poisisi Abe sendiri tidak diperebutkan, kekalahan besar di majelis tinggi bisa memaksa Abe untuk mengundurkan diri.

Kepopopuleran Abe tercoreng karena berbagai skandal, termasuk pengakuan bahwa pemerintah kehilangan jutaan catatan pensiun.

Wartawan BBC Chris Hongg mengatakan, pemilihan hari ini merupakan pemilihan nasional pertama yang dihadapi Shinzo Abe sebagai perdana menteri.

Dia menjadi ketua partai yang berkuasa di Jepang, LDP pada bulan September tahun lalu.

Popularitas merosot

Popularitas awal Abe merosot setelah pemerintahannya terlilit skandal. Jajak pendapat mengindikasikan, pemilihan ini pertarungan sulit bagi LDP dan mitra koalisinya, Komeito Baru.

Secara bersama mereka menguasai 58 kursi yang tidak diperebutkan kali ini. Mereka memerlukan 64 dari 121 kursi yang diperebutkan dalam pemilihan agar bisa tetap menguasai Majelis Tinggi.

Pada jam-jam terakhir menjelang hari pemilihan, Abe mengimbau para pemilih agar mendukung koalisinya di parlemen, agar bisa melanjutkan reformasi ekonomi dan struktural yang diperlukan Jepang.

Sedangkan, kubu oposisi mendesak warga agar tidak memilih para calon dari kubu pemerintah, untuk mengungkapkan kemarahan mereka terhadap pemerintahan Abe yang mereka katakan tidak becus.