BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman Versi cetak
PM Jepang 'tak akan mundur'
 
PM Jepang Shinzo Abe
Meski kalah, Abe berjanji akan tetap memajukan reformasi
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan kembali niatnya untuk mempertahankan jabatannya meski kalah telak dalam pemilihan di majelis tinggi.

Abe mengatakan pada jumpa pers bahwa dia menganggap hasil ini "sangat serius" dan bersumpah akan merombak kabinet.

Namun dia mengatakan tugasnya adalah terus menjabat sebagai perdana menteri dan mendorong agenda reformasi.

Dukungan bagi pemerintah pimpinan Abe merosot dalam beberapa bulan ini setelah serangkaian skandal dan kejadian.

 Kami menerima penilaian rakyat dengan serius dan dengan tulus
 
Shinzo Abe, PM Jepang

"Hasil itu sangat buruk. Kami menerima penilaian rakyat dengan serius dan dengan tulus," kata Abe.

"Namun tanggung jawab saya adalah untuk melanjutkan misi membangun negara dan mendorong reformasi."

Dia mengatakan perombakan kabinet akan dilakukan setelah sidang khusus parlemen.

Meski Abe bertekad untuk mempertahankan jabatannya, wakil pimpinan partainya, LDP, Hidenao Nakagawa, memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum pemungutan suara hari Minggu.

Dianggap gagal

Shinzo Abe meraih dukungan kuat sewaktu meraih jabatan perdana menteri pada bulan September 2006.

PEMILIHAN JEPANG
Separuh dari 242 kursi di majelis tinggi diperebutkan
Sebelum pemilihan, koalisi LDP menduduki 133 kursi
Koalisi ini meraih 46 kursi (LDP: 37, Komeito Baru: 9)
Oposisi DPJ memenangkan 60 kursi
Koalisi pimpinan LDP kini memiliki 105 kursi
Sumber: Kantor berita Kyodo

Namun banyak pemilih yang mulai mempertanyakan kepemimpinannya setelah terjadi serangkaian skandal dan krisis yang melibatkan para menteri kabinetnya, antara lain skandal hilangnya data pembayaran pensiun bagi jutaan warga Jepang.

Dalam pemungutan suara hari Minggu, pemerintah koalisi pimpinan partai Abe, Partai Demokrat Liberal (LDP) gagal meraih 64 kursi yang dibutuhkan untuk mempertahakan mayoritas di majelis tinggi.

Oposisi, Partai Demokratis Jepang meraih suara besar, dan menjadi partai terbesar di majelis tinggi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Hasil resmi diperkirakan akan diumumkan larut malam hari Senin.

Koalisi yang memerintah masih memiliki mayoritas cukup besar di majelis rendah yang berwenang lebih besar, yang menunjuk perdana menteri.

Namun majelis tinggi yang didominasi oposisi akan membuat pemerintah Abe kesulitan dalam meloloskan undang-undang yang mereka inginkan.

Beberapa surat kabar menyerukan agar Abe mundur atau mengadakan pemilihan mendadak.

 
 
PM Jepang hadapi ujian
28 Juli, 2007 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy