BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Juli, 2007 - Published 12:41 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
NATO pikirkan warga sipil
 
Pilot Amerika memeriksa pesawatnya sebelum meninggalkan pangkalan Bagram, Afghanistan
Para panglima NATO berharap korban jiwa sipil bisa ditekan
NATO tengah mempertimbangkan untuk menggunakan bom berukuran lebih kecil di Afghanistan guna mencoba mengurangi korban sipil jatuh semakin banyak dalam operasi melawan Taliban.

Para panglima NATO juga memerintahkan pasukan mereka untuk menghentikan sementara serangan terhadap militan jika warga sipil terancam.

Sekretaris Jenderal NATO Jaap de Hoop Scheffer dalam wawancara dengan koran the Financial Times mengakui bahwa jatuhnya korban sipil mengancam aliansi mereka dari sisi politik.

Badan-badan bantuan mengatakan pasukan barat menyebabkan kematian 230 penduduk sipil antara Januari sampai Juli tahun ini.

Antara 700 dan 1.000 penduduk sipil tewas di tangan NATO dan Taliban selama tahun 2006, menurut Badan Koordinasi Bantuan Afghanistan (ACBAR).

Korban jiwa 'tak bisa dielakkan'

Jaap de Hoop Scheffer mengatakan para panglima NATO menangani "persenjataan yang diangkut oleh pesawat agar dapat mengurangi korban sipil".

Namun, dia menegaskan tidak mungkin menghilangkan kematian korban non militer sama sekali.

Sekretaris Jenderal NATO Jaap de Hoop Scheffer
 Jika kami tidak bisa menetralisir musuh kami saat ini tanpa melukai penduduk sipil, musuh akan memberi kami kesempatan yang sama keesokan harinya
 
Jaap de Hoop Scheffer, Sekjen NATO

De Hoop Scheffer mengatakan Jenderal Dan McNeill, panglima pasukan NATO di Afghanistan, ISAF, juga telah diperintahkan untuk menghentikan serangan terhadap para pejuang Taliban jika penduduk sipil terancam.

"Kami sadar bahwa jika kami tidak bisa menetralisir musuh kami saat ini tanpa melukai penduduk sipil, musuh akan memberi kami kesempatan yang sama keesokan harinya," tambahnya.

Juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan NATO (ISAF) mengatakan kepada wartawan BBC di Kabul, Alastair Leithead, bahwa komentar sekjen NATO itu adalah bagian dari langkah lebih besar untuk mengubah prosedur untuk menjawab kekhawatiran pemerintah Afghanistan.

Pernyataan de Hoop Scheffer tersebut disampaikan seminggu setelah Menteri Luar Negeri Italia Massimo D'Alema mengatakan jatuhnya korban sipil "tidak bisa diterima secara moral" dan merupakan "bencana pada tingkat politik".

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai juga baru-baru ini memperingatkan pasukan Barat agar tidak menganggap sepele nyawa rakyat Afghanistan.

Dia dijadwalkan akan mengunjungi Amerika Serikat pada akhir pekan untuk berbicara dengan para pejabat tinggi Amerika.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy