![]() |
Korupsi 'ancam rekonstruksi' | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan Amerika Serikat yang bertanggungjawab memantau rekonstruksi di Irak mengatakan kepada BBC bahwa salah atur dan korupsi mengancam seperti "kelompok perlawanan kedua". Ketua badan yang ditugaskan Kongres untuk mengaudit pembangunan Irak, Stuart Bowen, mengatakan pemerintah Irak gagal bertanggungjawab atas proyek-proyek bernilai milyaran dollar. Bowen juga mengatakan badan yang dia pimpin menyelidiki lebih dari 50 kasus penipuan. Bowen yang menjabat sebagai Inspektur Jenderal Khusus bagi Rekonstruksi Irak ditunjuk untuk mengaudit dana $44 milyar yang dialokasikan sejak tahun 2003, setelah muncul sejumlah laporan tentang penipuan dan penyalahgunakan yang meluas. Badan itu menerbitkan laporan setiap kuartal tentang situasi ini, yang kebanyakan menyoroti kurangnya kemajuan yang serius. Dalam wawancara dengan BBC, Bowen mengatakan korupsi meluas dan menggambarkannya sebagai "musuh demokrasi". Dia menambahkan: "Kami melakukan 95 audit dan menemukan beberapa kelemahan dan penyalahgunaan dalam program, dan saat ini ada 57 kasus kriminal yang menjurus ke penipuan." Bowen mengatakan pemindahan penanganan proyek ke kendali pemerintah Irak "bermasalah" dan menyatakan khawatir tentang kelambatan dan biaya ekstra akibat proyek berjalan lambat. Laporan itu memberi contoh pusat pembangkit listrik Doura, yang dibangun dengan puluhan juta dollar Amerika, yang rusak begitu diserahkan ke tangan Irak. Bowen juga mengatakan para menteri Irak kesulitan dalam mengelola dana. Tahun lalu, pemerintah Perdana Menteri Nouri al-Maliki hanya menggunakan 22% dana anggaran bagi proyek pembangunan kembali. | Rakyat Irak 'butuh bantuan'30 Juli, 2007 | Berita Dunia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||