![]() |
Kesepakatan Libia dan Eropa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Libia memberikan rincian mengenai kesepakatan yang dicapainya sehingga akhirnya bersedia membebaskan 6 orang pekerja medis asing yang terbukti bersalah secara sengaja menginfeksi 438 anak-anak dengan virus HIV/Aids. Libia mengatakan biaya membentuk dana internasional bagi para korban terutama datang dari Republik Ceko, Bulgaria, Slovakia dan Qatar. Perdana Menteri Libia mengecam keputusan Bulgaria mengampuni para pekerja medis yang selalu menyatakan diri tidak bersalah, segera setelah mereka tiba di Bulgaria. Keenam pekerja medis ini dibebaskan minggu lalu setelah Libya mencapai satu kesepakatan dengan Uni Eropa. Ada banyak spekulasi mengenai siapa yang memberikan donasi kepada Dana Internasional Benghazi yang menyediakan sekitar 1 juta dolar Amerika kepada setiap anak yang terinfeksi. Dalam konferensi pers itu, Perdana Menteri Baghdadi Mahmudi mengatakan pemerintah Libia tidak menyumbang, dengan mengatakan dana itu terutama berasal dari Qatar, Slovakia, Bulgaria dan Republik Ceko. Dia tidak merinci berapa besarnya sumbangan masing-masing negara itu. Dia mengatakan Perancis sudah berjanji menyediakan peralatan untuk rumah sakit Benghazi, tempat infeksi itu terjadi, dan menyediakan pelatihan bagi staf rumah sakit Libia selama lima tahun ke depan. Peraturan visa Awal bulan ini, Libia mengubah hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup terhadap lima perawat Bulgaria dan seorang dokter kelahiran Palestina setelah keluarga para anak-anak yang terinfeksi setuju dengan kesepakatan ganti rugi. Ekstradisi para petugas medis ini ke Bulgaria menjadi mungkin oleh satu kesepakatan yang dicapai di Tripoli dengan meningkatkan hubungan Libia dan Uni Eropa, setelah melalui perundingan bertahun-tahun. Wartawan BBC di Tripoli, Rana Jawad mengatakan, sebagai bagian dari kesepakatan, Uni Eropa akan melonggarkan pembatasan visa bagi warga Libia. Itu artinya warga Libya bisa jadi akan mendapatkan visa dalam waktu 48 jam. Tetapi keputusan Bulgaria untuk mengampuni para petugas medis ini membuat marah pemerintah Libia. Pejabat Libya mengatakan hari Sabtu mereka mereka sudah mengirimkan memo ke Liga Arab dengan seruan agar Liga Arab menindak Sofia dan protes kepada Uni Eropa. Pihak berwenang Libia mengatakan, Bulgaria melanggar hukum internasional dan perjanjian bilateral mereka dengan Libia mengenai pertukaran tahanan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||