BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 27 Juli, 2007 - Published 10:46 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Riset jempol 'mummi Mesir'
 
Tim ilmuwan ingin membuktikan Mesir kuno telah mengenal organ tiruan
Ilmuwan ingin membuktikan Mesir kuno telah mengenal organ tiruan

Tim ilmuwan Universitas Manchester, Inggris sedang mencari sukarelawan yang jempol kaki kanannya putus untuk mengujicoba jempol kaki buatan seperti yang ditemukan di salah satu mumi Mesir.

Mereka untuk membuktikan bahwa jempol buatan itu merupakan organ tubuh buatan pertama di dunia.

Wartawan Sains BBC Matt McGrath melaporkan, jempol kaki itu terbuat dari kayu dan kulit, berasal dari masa 600 tahun sebelum Masehi dan kini para ilmuwan Inggris berharap ingin membuktikan artefak kuno itu akan membantu pemilik barunya berjalan seperti orang Mesir.

Jempol besar buatan itu berada di Museum Kairo dan dilekatkan ke kaki mumi perempuan yang wafat ketika berusia 50 tahun.

Para ahli yakin bahwa artefak itu tidak dilekatkan pada saat pembuatan mumi dengan alasan ajaran agama.

Bisa ditekuk

Jempol kayu tersebut memiliki sendi sehingga bisa ditekuk dan tampaknya memang pernah digunakan.

Sat ini para ilmuwan mencari para sukarelawan yang kehilangan jempol kaki kanannya untuk mencoba tiruan yang identik dengan jempol mumi itu.

Jika uji coba berhasil maka peneliti berharap bisa memproduksinya versi modernnya untuk orang-orang yang kehilangan jempol kaki.

Tim ilmuwan dari Manchester ini juga sedang berencana menguji artefak Mesir lainnya yang disebut Jempol Agung Greville Chester, walaupun jempol yang satu ini lebih untuk urusan keindahan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy