BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 23 Juli, 2007 - Published 09:59 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Puluhan tewas di Morowali
 
Morowali
Diperkirakan 40 tewas walau 32 jenasah belum ditemukan
Tanah longsor dan banjir lumpur di 4 kecamatan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah menewaskan 8 orang sementara sekitar 32 lainnya masih dinyatakan hilang.

Banjir dan tanah longsor itu disebabkan kiriman air dari daerah pegunungan sementara hujan lebat melanda kawasan itu selama 2 minggu belakangan.

"Di beberapa tempat pengungsian, rumah-rumah tempat mereka mengungsi juga runtuh," kata Bupati Morowali, Datlin Tamalagi, kepada BBC Siaran Indonesia.

Data yang rinci belum ditemukan, namun sejauh ini tercatat 40 orang yang hilang dan belum dipastikan nasibnya walau dikuatirkan mereka tertimbun tanah longsor.

Korban terbanyak terdapat di Kecamatan Bunggu Utara yang kini hanya bisa dicapai dengan laut, namun gelombang tinggi telah menghambat penyaluran bantuan.

"Hari Minggu malam kami sudah kirim bantuan pertama, berupa bahan pangan, alat tidur dan sedikit obat-obatan," tutur Datlin Tamalagi.

Saat ini yang dibutuhkan para korban adalah obat-obatan, namun masih belum bisa diberangkatkan karena ombak terlalu tinggi.

Kawasan yang dilanda bencana adalah pemukiman yang terletak di tepi pantai di bawah kawasan pegunungan.

Hercules dari Jakarta

Sementara itu Kepala Pusat Penanggulangan Krisis, Departemen Kesehatan di Jakarta, Rustam Pakaya, bahwa jalan darat ke lokasi peristiwa terputus.

"Bupati melaporkan kepada kami bahwa infrastruktur, baik itu jalan dan jembatan juga putus, jadi tidak bisa dicapai lewat jalan darat," kata Rustam Pakaya.

Menurut Rustam, Selasa pagi baru akan diterbangkang pesawat Hercules dari Jakarta dengan harapan cuaca baik sehingga bisa mencapai daerah bencana.

Kabupaten Morowali merupakan wilayah yang cukup terpencil dan ibukotanya, Kolonodale, baru bisa dicapai lewat perjalanan darat selama 12 jam dari ibukota Sulawesi Tengah, Palu.

Namun daerah bencana tidak bisa dicapai lewat jalan darat dan harus berkeliling dengan jalan laut atau lewat udara.

"Hujan lebat dilaporkan sudah biasa terjadi di sana, namun tidak sampai separang tadi malam sampai menyebabkan tanah longsor," tambah Rustam.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy