BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 18 Juli, 2007 - Published 09:53 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Kebocoran radiasi 'lebih besar'
 
Dampak gempa di Niigata
Peneliti ingin memastikan kemungkinan PLTN berada di patahan gempa
Perusahaan pemilik pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang terkena gempa mengakui kebocoran radioaktif lebih buruk daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Perusahaan tersebut, Tokyo Electric Power company (Tepco) mengatakan, radiasi yang berkadar 50% lebih tinggi daripada laporan yang dilaporkan sebelumnya terlepas ke laut, setelah gempa berkekuatan 6,8 hari Senin.

Meski demikian, perusahaan itu menyatakan, kebocoran itu masih berada di bawah tingkat yang membahayakan.

Walikota Kashiwazaki, yang berdekatan dengan PLTN tersebut, memerintahkan agar fasilitas nuklir itu tetap ditutup tanpa batas waktu.

Walikota Hiroshi Aida mengatakan, PLTN itu dilarang dibuka lagi sampai keamanannya diverifikasi.

Sementara itu, kepada badan atom PBB, IAEA, Mohamed ElBaradei, menyeru Jepang agar menyelidiki insiden "untuk memastikan kita menarik pelajaran yang perlu dari gempa bumi".

Pada hari Senin, tim perusahaan pemilik PLTN itu membutuhkan waktu enam jam untuk memastikan aliran air yang bocor dari sebuah reaktor nuklir yang rusak akibat gempa memang radioaktif.

Tingkat radiasi

Wartawan BBC Chris Hogg dari Tokyo melaporkan, mereka memerlukan tiga jam lagi sebelum memberitahukannya kepada khalayak ramai.

Kashiwazaki

Sekarang, mereka mengumumkan bahwa tingkat radiasi yang diperkirakan sebelumnya, keliru.

Tingkat radiasi aliran air yang bocor dinyatakan 50 persen lebih tinggi dari yang mereka perkirakan sebelumnya.

Namun mereka menekankan, level yang lebih tinggi ini belum melampaui standar keamanan lingkungan.

Perusahaan itu mengatakan, setelah melihat data lokasi gempa susulan, pihaknya baru menyadari patahan gempa terletak tepat di bawah reaktor nuklir.

Setelah memeriksa reaktor tersebut, direktur perusahaan menggambarkan kondisi di sana sebagai kekacauan.

Tidak mengejutkan, walikota Kashiwazakai yang bertetangga dengan reaktor itu telah menyampaikan kekhawatiran mengenai standar keselamatan di sana.

Pemerintah mendesak pihak perusahaan listrik agar lebih terbuka dan lebih cepat dalam melaporkan masalah.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan tengah mengkaji apakah patahan gempa mungkin membentang di bawah reaktor tersebut.

"Kami tidak menutup kemungkinan" PLTN itu berada di patahan, kata Osamu Kamigaichi dari Badan Meteorologi seperti dikutip kantor berita Perancis, AFP.

 
 
Jepang usut kebocoran radioaktif
17 Juli, 2007 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy