|
Gadis mungkin mengandung adiknya | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Seorang Ibu Kanada membekukan telurnya untuk dipergunakan putrinya yang mungkin menjadi mandul. Jika kelak si remaja memutuskan untuk menggunakan telur dan memperoleh persetujuan lembaga regulator, dia bisa dikatakan mengandung bayi yang sekaligus saudara tirinya. Para pengecam penelitian, yang diajukan dalam konferensi fertilitas di Lyon, Perancis, mengatakan, sangat merisaukan. Namun, para dokter dari Pusat Reproduktif McGill, Montreal, Kanada, menyebut sumbangan telur itu sebagai kasih sayang keibuan. Juga, si gadis dan pasangannya di masa datang akan mendapatkan pilihan apakah mereka akan menggunakan telur itu atau tidak, kata para dokter. Gadis Flavie Boivin tidak bisa mempunyai anak secara alamiah akibat kondisi khromosom yang dinamai Sindroma Turner. Sangat ingin menolong, ibunya, Melanie, yang kini berusia 35 tahun dan pengacara, menyelidiki kemungkinan dia bisa menyumbangkan telurnya sendiri. Penelitian panjang Setelah penelitian panjang, Melanie akhirnya bertemu tim Profesor Seang Lin Tan di McGill yang mengeloloa program pembekuan telur untuk pasien kanker dan mereka yang ingin menangguhkan masa mengandung. Melanie mengatakan, dia membahas keputusan ini dengan pasangannya dan sekaligus ayah Flavie, analis keuangan Martin Cote, 35 tahun. "Kami merisaukan pertanyaan-pertanyaan etis - akankan saya memandang si anak sebagai cucu atau anak saya sendiri? Kami juga merisaukan soal dampak keuangan, dampak fisik pada diri saya dan dampak emosional keluarga," tambah Melanie. Setelah satu tahun, mereka memutuskan untuk meneruskan langkah. "Yang membuat kami yakin adalah fakta bwha saya ada untuk membantu putri saya. Jika saya bisa melakukan apa saya yang saya mampu untuk membantu dia, saya harus melakukannya, dan karena usia saya, saya harus lakukan itu saat ini," ujar si wanita. "Saya kata kepada diri saya jika dia memerlukan organ lain seperti ginjal, saya akan menjadi relawan tanpa ragu-ragu dan ini proses pemikiran yang sama untuk ini," katanya. 'Ibu sebenarnya' Melanie mengatakan, putrinya akan menjadi ibu sebenarnya sebab dia akan merawat si anak. Profesor Tan mengatakan, mereka meminta nasihat dari komite etika independen.
"Komite itu menyetujuinya, sebab si ibu memberikan kepada si anak karena kasih sayang, dan itu terserah si putri dan pasangannya di masa datang untuk memutuskan apakah akan menggunakan telur itu atau tidak," kata Profesor Tan. "Pertimbangan etis berubah dengan pergeseran waktu. Siapa tahu seperti apa nilai etika 20 tahun dari sekarang," tambah sang Profesor. Professor Tan mengatakan, ini merupakan kasus pertambah donasi telur dari ibuka ke putri. Sebelum sudah ada kasus donasi telur antarsaudara. Josephine Quintavalle dari lembaga etika Comment on Reproductive Ethics, menyatakan bersimpati dengan keluarga tersebut, tapi tidak mendukung pembekuan telur si ibu. "Kesejahteraan psikologis si bayi harus menjadi keprihatinan utama," katanya. "Bayi semacam itu akan menjadi saudara ibu yang melahirkannya dan sekaligus keturunan genetik langsung nenek yang menjadi donor," tambah Quintavalle. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
~RS~q~RS~~RS~z~RS~07~RS~)