|
Tentara AS didakwa di Irak | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Militer Amerika Serikat di Irak mengatakan dua serdadu Amerika telah didakwa melakukan pembunuhan terencana terhadap tiga warga Irak dan menempatkan senjata di dekat mayat-mayat itu. Tuduhan pembunuhan itu terjadi dalam tiga insiden terpisah antara April dan Juni tahun ini di kota Iskandariya, sebelah selatan Baghdad. Penyelidikan kemudian dilakukan menyusul adanya laporan yang dibuat oleh tentara-tentara Amerika lainnya. Kasus ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian kasus yang melibatkan tentara Amerika dituduh melakukan pembunuhan di Irak. Sersan Michael A Hensley dituduh melakukan tiga pembunuhan, sementara Jorge G Sandoval satu pembunuhan. Dakwaan itu muncul setelah tentara lainnya mengadukan hal tersebut kepada pihak berwenang. Kedua tertuduh, yang berasal dari Divisi Infanteri 25 yang bermarkas di Alaska, sekarang berada dalam tahanan di Kuwait. Sandoval ditangkap ketika berada di rumahnya di Texas. Pernyataan dari militer menyebutkan kedua tentara tersebut dituduh melakukan kesalahan. "Mereka masih dinyatakan tidak bersalah, sampai adanya bukti-bukti sebaliknya," kata pernyataan tersebut. Para penyelidik Pentagon sudah melakukan beberapa penyelidikan mengenai insiden tuduhan pembunuhan di luar hukum oleh tentara Amerika di Irak. Dalam kasus terbesar, enam anggota marinir dituduh melakukan pembunuhan 24 penduduk sipil di kota Haditha, di tahun 2005. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||