BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Juni, 2007 - Published 18:27 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
AS selidiki korban Afghanistan
 
afghan
Warga desa mengatakan mereka digempur dari udara selama beberapa jam
Koalisi militer yang dipimpin AS di Afghanistan mengatakan sejumlah warga sipil tewas dalam serangan udara di Provinsi Helmand di selatan negara itu.

Pasukan yang dipimpin NATO dan koalisi bekerja sama dengan tentara Afghanistan melancarkan serangan terhadap para pejuang perlawanan Taliban hari Jumat.

Para pejabat setempat mengatakan mereka yakin puluhan warga sipil tewas namun tidak ada pengukuhan independen mengenai ini.

Presiden Hamid Karzai belum lama ini menuduh tentara asing bertindak ceroboh.

Koalisi mengatakan insiden terbaru ini terjadi sewaktu pasukannya, yang bekerja sama dengan tentara nasional Afghanistan untuk membersihkan sebuah lembah sungai, mendapat tembakan dahsyat dari para pejuang perlawanan termasuk penggunaan granat berpeluncur roket.

Dikatakannya, pasukan mereka sudah mengetahui beberapa posisi perlawanan, membalas tembakan dan kemudian meminta bantuan serangan udara dari koalisi serta pasukan Isaf yang dipimpin NATO, yang menghancurkan semua kubu perlawanan.

Seorang jurubicara koalisi mengatakan, setelah mayat-mayat warga sipil ditemukan dan mereka ini berada di tempat-tempat yang sebelumnya dikatakan sebagai posisi-posisi yang melancarkan tembakan.

Jurubicara itu mengatakan kelompok perlawanan terus saja menempatkan wanita dan anak-anak di tengah bahaya, dan dia menyatakan kesedihan mendalam atas korban sipil itu.

'Menolong'

Sebelumnya, kepala kepolisian Helmand mengatakan pasukan asing tidak berkonsultasi dengan pasukan Afghanistan sebelum melancarkan gempuran udara.

helmand

Tetapi seorang jurubicara NATO membantah pernyataan ini dengan mengatakan gempuran udara dilakukan untuk menolong tentara Afghanistan.

Kepala desa di kawasan Gereshk yang berdekatan mengatakan kepada BBC, ada laporan mengenai supuluh orang warga sipil yang tewas.

Penduduk lokal yang menelefon BBC mengatakan sebanyak 50 sampai 80 warga sipil terbunuh.

Mereka mengatakan pasukan asing membom kawasan itu selama dua sampai tiga jam hari Jumat sore.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy