|
Korut dan IAEA 'sepakat' | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan pengawas nuklir PBB mengatakan telah mencapai "pengertian" dengan Korea Utara tentang cara pemantauan penutupan rekator nuklir utama akan dilakukan. Kepala tim Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan syarat kesepakatan itu sudah disepakati "secara prinsip". Olli Heinonen mengatakan dia akan melaporkan ke dewan IAEA pekan depan namun syarat lebih rincinya harus disetujui oleh lima negara yang melakukan perundingan dengan Pyongyang. Korea Utara setuju untuk menutup reaktor itu agar mendapat bantuan internasional. Kesepakatan tersebut dicapai antara Korea Utara dan mitra-mitranya dalam perundingan perlucutan nuklir: Amerika, Cina, Jepang, Rusia dan Korea Selatan. Situs nuklir itu, sekitar 100 km dari ibukota, adalah inti dari program nuklir Korea Utara. Heinonen mengatakan kepada kantor berita AP di Pyongyang bahwa IAEA telah menyepakati syarat tentang pemantauan penutupan Yongbyon. "Kami sudah mencapai pengertian, tentang prinsip pemantauan dan verifikasi kegiatan tersebut," katanya. Dia tidak memberi rincian lain. 'Kewajiban yang aktif' Olli Heinonen sebelumnya mengatakan dia dan timnya "puas" dengan lawatan di kompleks nuklir Yongbyon. "Kami dapat melihat semua tempat yang kami ingin lihat. Saya puas dengan pemeriksaan ini," kata kantor berita Jepang, Kyodo, mengutip kepala tim Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Olli Heinonen.
"Pemerintah Korea Utara memperlihatkan kerjasama yang sangat baik," katanya pada akhir pemeriksaan selama dua hari. Pyongyang mengundang delegasi IAEA beranggotakan empat orang untuk membahas rincian penutupan reaktor Yongbyon sesuai dengan kesepakatan internasional yang dicapai pada bulan Februari. Setelah perjanjian dicapai, IAEA diperkirakan akan mengirim tim baru untuk memantau penutupan reaktor. Olli Heinonen mengatakan lima fasilitas kemungkinan akan ditutup sebagai bagian dari proses penghentian nuklir, menurut laporan tersebut. Para pejabat pemantau diusir dari Yongbyon pada bulan Desember 2002, yang disusul dengan pengaktifan operasi reaktor tersebut, yang diduga memproduksi jumlah plutonium yang cukup untuk 12 senjata nuklir. | Tim nuklir IAEA ke Yongbyon28 Juni, 2007 | Berita Dunia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||