|
Sunni Irak boikot pemerintahan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kelompok Sunni terbesar di Irak mengatakan mereka akan memboikot pemerintahan karena salah seorang menteri mereka dikenai langkah hukum. Front Kesepakatan Irak (IAF) memiliki enam menteri, dan langkahnya dipandang sebagai tamparan terhadap kabinet yang dipimpin Syiah di saat mereka berusaha menyatukan kedua komunitas. Sebelumnya pekan ini, surat perintah penangkapan diterbitkan untuk Menteri Kebudayaan Asaad Kamal al-Hashemi, seorang anggota IAF. Kasus ini berkaitan dengan pembunuhan dua putra dari seorang politisi Sunni di tahun 2005. Kepala IAF, Adnan al-Dulami, mengatakan kepada BBC para menteri kelompok itu akan melanjutkan tugas mereka kecuali mengikuti sidang kabinet. Mahkamah tinggi Irak hari Senin menerbitkan perintahan penahanan Hashemi dengan dakwaan terorisme. Kebijakan peminggiran Menteri itu dituduh memberikan perintah di bulan Februari 2005 untuk membunuh dua putra seorang politisi terkemuka Sunni lainnya, Mithal al-Alusi. Seorang pengawal pribadi juga ditembak mati dalam satu serangan di dekat Baghdad. Jurubicara pemerintah Irak, Ali al-Dabbagh, mengatakan hari Selasa bahwa perintah penahanan itu merupakan akibat dari "tuduhan dan pengakuan" kedua pria yang melaksanakan serangan terhadap Alusi. Hashemi, yang berada di Yordania saat ini, membantah keras tuduhan tersebut. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||