|
Siapa Abu Dujana | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Abu Dujana, yang ditangkap oleh polisi di Jawa Tengah, dikatakan berperan penting dalam serangkaian serangan dahsyat di Asia Tenggara. Dia adalah tokoh penting di dalam Jemaah Islamiyah (JI), yang diduga memiliki informasi penting mengenai persenjataan dan logisitk kelompok ini. Selain fasih berbahasa Arab dan Inggris, dia menjalani latihan senjata di Afghanistan dan bertemu dengan Osama bin Laden. Ia juga dikatakan memiliki hubungan baik dengan jaringan al-Qaeda. Abu Dujana diburu oleh kepolisian dalam kaitan dengan serangan terhadap hotel Marriot di Jakarta pada tahun 2003 yang menewaskan 12 orang, dan serangan terhadap kedutaan besar Australia di Jakarta pada tahun 2004 yang menewaskan 11 orang. Dia diduga tampil sebagai pemimpin JI setelah kematian ahli perakit bom, Azahari Husin, di tahun 2005. Data keras Sedikit sekali informasi pasti mengenai Abu Dujana karena dia dikenal dengan beberapa alias. Tetapi dia diduga lahir di Jawa, dan sekarang ini mungkin mendekati usia 40 tahun. Polisi yakin dia pernah menjalani latihan militer di Afghanistan pada tahun 1989, dan di sana dia berjuang membantu para mujahidin. Seperti halnya para anggota senior JI lainnya, dia diperkirakan lari ke Malaysia di tahun 1990-an untuk menghindari penindasan rejim Suharto. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto, mengatakan Abu Dujana memainkan peranan besar dalam "hampir semua" peledakan bom di Indonesia. "Kalau dia mau bicara, dia akan bisa memberikan kepala polisi data yang sangat keras mengenai semua hal tentang JI," kata Sisno. "Dia bisa merakit bom dan mampu mencari anggota. Jadi, dia lebih penting dari para tersangka teroris lainnya termasuk Noordin Mohamed Top kelahiran Malaysia," tambah jurubicara Polri itu. Selain ikut dalam sejumlah serangan, Abu Dujana diyakini memberikan perlindungan kepada Noordin yang dikatakan mengepalai satu kelompok sempalan militan JI. Sydney Jones, pakar terorisme Asia Timur dari Kelompok Krisis Internasional atau ICG, mengatakan Abu Dujana adalah tokoh penting JI. "Dia bukan panglima keseluruhan, namun dia adalah orang yang sudah bersama organisasi itu sejak permulaan; yang menjadi anggota komando pusat sejal awal, dan mengetahui semua informasi tentang perubahan struktur dan teknik operasi," kata Jones kepada kantor berita AFP. "Dia juga, menurut kami, kepala unit pasukan khusus di dalam JI. Jadi, tidak diragukan, dia adalah salah satu orang terbesar yang merek tertangkap." | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||