|
Bush dukung pengurangan emisi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Presiden Bush mendorong sejumlah negara untuk menyepakati tujuan jangka panjang emisi gas rumah kaca. Bush mengatakan akan mengadakan pertemuan negaranya dengan 14 pembuang gas rumah kaca, termasuk negara negara berkembang, untuk menentukan sasaran akhir tahun 2008. Ia berbicara sebelum KTT G8 minggu depan, dimana Jerman diperkirakan akan menuntut pemotongan emisi. Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyambut usulan Amerika tersebut dengan menyatakannya sebagai "pijakan bersama" untuk bertindak. Wartawan lingkungan BBC, Roger Harrabin, mengatakan pidato Bush tidak rinci, dan pejabat Gedung Puith menegaskan Bush akan menolak tuntutan agar Amerika memotong emisi dan bergabung dalam sistim perdagangan karbon dunia. Amerika sepertinya berusaha menetapkan kerangka perubahan cuaca tersendiri diluar G8, lapor wartawan BBC. Merkel mendesak dicapai kesepakatan besar, termasuk memperlambat kenaikan suhu sebesar dua derajad Celcius pada abad ini, dengan mengurangi emisi dunia 50% di bawah tingkat 1990 pada tahun 2050. Pendekatan alternatif Dalam pidatonya hari Kamis di Washington, Bush mengatakan pemerintahannya memandang penting perubahan cuaca. "Amerika Serikat akan bekerjasama dengan negara lain untuk menetapkan kerangka baru emisi gas rumah kaca saat Protokol Kyoto berakhir," katanya.
Untuk mencapai tujuan ini, Bush menambahkan, Amerika akan mengadakan sejumlah pertemuan, menyatukan sejumlah negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, termasuk negara dengan perkembangan pesat seperti India dan Cina." Amerika tidak meratifikasi Protokol Kyoto, yang menetapkan sasaran pengurangan emisi sampai tahun 2012. Bush juga mengulangi pernyataannya sebelumnya bahwa pemanasan global dapat diatasi dengan pengembangan teknologi baru. "Amerika Serikat memimpin," katanya. "Dunia sebentar lagi akan mengalami terobosan yang membantu kita menjadi penjaga lingkungan yang lebih baik." Presiden Amerika mendorong negara negara lain untuk mengurangi tarif terhadap teknologi energi bersih. Perdana menteri Inggris, Tony Blair, menyambut pernyataan tersebut dengan mengatakan Amerika siap menjadi bagian dari kesepakatan cuaca dunia untuk pertamakalinya. "Ini adalah langkah maju yang besar dan akan menentukan kerangka pertemuan minggu depan dengan tepat," kata Blair. Tetapi ahli cuaca kelompok lingkungan yang bermarkas di Inggris, Greenpeace, Charlie Kronick menentang rencana tersebut. "Satu satunya cara menangani emisi karbon adalah dengan menghentikannya dan memperdagangkannya di dunia," kata Kronick kepada kantor berita Reuters. KTT G8 akan diadakan tanggal 6 sampai 8 Juni di Heiligendamm, Jerman. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||