BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Mei, 2007 - Published 21:25 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Thaksin dilarang berpolitik
 
Thaksin Shinawatra
Thaksin Shinawatra dan partainya masih populer di Thailand.
Perdana Menteri Thailand yang digulingkan, Thaksin Shinawatra dan 110 pejabat senior partai lainnya dilarang berpolitik dalam lima tahun ke depan.

Mahkamah Konstitusi juga memerintahkan Partai Thai Rak Thai pimpinan Thaksin dibubarkan setelah dinyatakan bersalah melanggar undang-undang pemilu.

Hakim memutuskan bahwa dua anggotanya menyuap partai-partai kecil untuk mempengaruhi hasil pemilu April 2006.

Thaksin kemudian digulingkan oleh kudeta militer karen dituduh korupsi.

'Terlalu keras'

Putusan itu diumumkan di ruang sidang yang dijaga ketat di ibu kota Bangkok, setelah berjam-jam ketegangan.

 Ini adalah keputusan yang tidak diduga dan kami kecewa dengan putusan itu, terlalu keras terhadap Thak Rai Thai
 
Mantan PM Thaksin Shinawatra

"Semua eksekutif Thai Rak Thai saat kesalahan itu terjadi akan dilarang," bunyi putusan itu.

"Bahkan jika mereka kemudian mundur, mereka tidak akan lepas dari tuntutan," ujar satu dari sembilan hakim.

Thaksin sebagai pemimpin partai beberapa hari sesudah dia digulingkan dalam kudeta militer bulan September.

Kini dia hidup dalam pengasingan di London.

Pengacara untuk mantan perdana menteri mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia "kecewa" dengan putusan itu.

"Putusan itu terlalu keras terhadap Thai Rak Thai," ujar Noppadon Pattama.

Wartawan BBC Andrew Harding di Bangkok keputusan untuk menghukum seluruh partai kemungkinan memicu kemarahan di Thailand.

Pejabat Thai Rak Thai juga berjanji menghormati putusan itu dan sebagian dari mereka akan membentuk partai baru untuk mengikuti pemilu.

Pemerintah sementara yang ditunjuk pemimpin militer yang memimpin kudeta menjanjikan konstitusi baru dan pemilu sebelum akhir tahun 2007.

Ibu kota Bangkok dilaporkan relatif tentang.

Namun ribuan tentara dalam keadaan siaga berjaga-jaga kalau terjadi kerusuhan sesudah putusan itu.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy