BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Mei, 2007 - Published 10:22 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Perancis pilih presiden baru
 
Sekitar 44 juta warga Perancis berhak memberikan suara
Sekitar 44 juta warga Perancis berhak memberikan suara
Rekor jumlah pemilih dilaporkan memberikan suara dalam putaran kedua pemilihan presiden Perancis dengan dua pilihan calon, Nicolas Sarkozy dan Segolene Royal.

Dalam persaingan ketat untuk menggalang suara, hampir 75% warga yang berhak memilih memberikan suara mereka sebelum sore tiba dan ini merupakan rekor jumlah pemberi suara tertinggi pada pagi hari dalam kurun lebih dari tiga dasawarsa ini.

Perancis memulai pemberian suara dalam putaran kedua pemilihan presiden dengan dua pilihan calon, Nicolas Sarkozy dan Segolene Royal.

Segolene Royal diusung oleh kubu sosialis dan Nicolas Sarkozy dari kubu konservatif bersaing untuk menggantikan Jacques Chirac yang telah menjabat presiden selama 12 tahun.

Pada hari Jumat, Royal mengatakan, terpilihnya Sarkozy mungkin memicu kerusuhan. Sarkozy menuduh Royal melakukan tindak kekerasan verbal.

Tempat pemberian suara dibuka pukul 0800 waktu setempat (1300 WIB) untuk wilayah utama Perancis dan sekitar 43,5 juta orang berhak memberikan suara.

Sekitar satu juta warga Perancis di wilayah lain atau negara lain sudah terlebih dahulu memberikan suara.

Putaran pertama mendatangkan sekitar 85% warga pemilih, dan ini merupakan angka tertinggi selama 40 tahun.

Janji kampanye

Segolene Royal akan menjadi presiden wanita pertama di Perancis jika terpilih.

Royal berjanji akan menggulirkan perubahan tanpa kebrutalan, sedangkan Sarkozy menginginkan reformasi ekonomi radikal.

Segolene Royal Nicolas Sarkozy
Segolene Royal-Nicolas Sarkozy bersaing di putara kedua

'Pemilu yang ditandai dengan keinginan untuk melakukan perubahan' demikian bunyi salah satu berita utama koran yang terbit pagi di Perancis.

Koran lain membeber berita utama dengan judul 'di bawah pengamanan yang sangat ketat'.

Lebih dari tiga ribu personil polisi dikerahkan di Paris dan daerah pinggiran multietnik, untuk mencegah kerusuhan seperti yang terjadi 2 tahun lalu, jika Nicolas Sarkozy muncul sebagai pemenang.

Semalam Segolene Royal menyatakan, kemenangan Sarkozy akan menimbulkan aksi kekerasan di seluruh Perancis, namun aparat mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi akan adanya kerusuhan tersebut.

Mereka memperkirakan banyak orang akan menggunakan hak suara, seperti halnya pada putaran pertama dua minggu lalu, dalam pemilu yang diperkirakan akan mengubah wajah Perancis.

Antrian pemilih

Minggu pagi, para pemilih antri di sejumlah tempat pemungutan suara.

Warga menunjukkan kartu suara
Lebih dari 43 juta warga berhak memberikan suara

Sebagian sudah menetapkan pilihan mereka. " Saya mencoblos Nicolas Sarkozy. Itu sudah saya putuskan sejak tahun lalu," kata seorang pria pemilih.

"Saya bukan golongan orang yang ragu-ragu. Sejak lama saya sudah tahu siapa yang akan saya pilih. Bagi saya, Sarkozy adalah satu-satunya calon yang mampu menjalankan program-program yang nyata dan terpadu," tambahnya.

Seorang wanita pemilih juga sudah memutuskan pilihannya. "Saya memilih Segolene Royal meski saya tahu persis bahwa kecil kemungkinan bagi Royal untuk menang dalam pemilu ini," katanya.

"Saya tahu Perancis akan memasuki masa-masa yang sulit, tapi semoga saja masih ada waktu untuk membangun kembali negara yang kacau ini," tambahnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy