23 April, 2007 - Published 11:32 GMT
Duta besar baru Amerika Serikat untuk Irak mengatakan beberapa bulan ke depan adalah masa-masa kritis yang bisa menentukan nasib upaya rekonsiliasi di Irak.
Dalam keterangan persnya yang pertama Duta Besar Ryan Crocker mendesak pemerintah Irak memanfaatkan rencana keamanan Amerika di Baghdad.
"Rencana keamanan di Baghdad bisa mengulur waktu untuk memberi kesempatan bagi warga Irak menentukan pemahaman politik," kata Crocker.
Dia juga mempertahankan latar belakang pembangunan tembok pemisah di sekitar lokasi bergolak di Adhamiya.
Perdana Menteri Nouri Maliki pada Minggu mengatakan dia memerintahkan pembangunan tembok yang mengelilingi perkampungan Sunni, dihentikan setelah tokoh-tokoh Sunni mengeluarkan kritik keras.
Aksi-aksi kekerasan sementara itu terus berlanjut.
Pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 60 orang lainnya di beberapa tempat di Irak, termasuk di satu lokasi yang dekat dengan keterangan pers yang digelar Duta Besar Crocker.
Alasan kuat
Crocker mengatakan Amerika "jelas menghormati keinginan perdana menteri Irak" terkait dengan pembangunan tembok di Adhamiya.
Namun dia menegaskan ada alasan kuat untuk membangun tembok pembatas tersebut.
Para wartawan mengatakan Adhamiya sering dimasuki orang-orang Syiah dan sering mendapat tembakan mortir.
Tembok ini dinilai akan membantu aparat keamanan membatasi gerakan militan Sunni dari Adhamiya.
Duta Besar Crocker menegaskan bahwa tembok ini tidak permanen.
Pembangunan tembok beton sepanjang 5 km ini dimulai 10 April lalu dan militer Amerika berharap bisa dirampungkan akhir bulan ini.
Kekerasan berlanjut
Salah satu aksi kekerasan di Irak pada Senin terjadi di sebuah restoran di luar Zona Hijau, tempat Crocker menggelar keterangan pers.
Serangan ini menewaskan setidaknya enam orang dan menyebabkan 16 orang luka-luka.
Di dekat kedutaan besar Iran di Baghdad, bom mobil meledak dan dilaporkan satu orang tewas.
Sementara itu aksi bom mobil juga terjadi di kota Tal Uskuf di dekat Mosul dan di luar kantor polisi di Baqouba.
Sekitar 20 orang dilaporkan tewas dalam serangan-serangan tersebut.
Ini adalah untuk pertama kalinya terjadi serangan di kota Tal Uskuf yang didiami oleh mayoritas Kristen.