BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 April, 2007 - Published 13:40 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Pil perangsang seks perempuan
 
Pasangan
Sekitar 40% perempuan dikatakan mengalami libido seks rendah pada suat saat.
Sekitar 40 % perempuan dikatakan mengalami libido seks yang rendah dalam suatu waktu.

Kalangan ilmuwan sedang mengembangkan pil yang bisa meningkatkan libido perempuan dan mengurangi nafsu makan.

Pil pelepas hormon sejauh ini hanya diberikan kepada kera dan tikus betina yang menunjukkan keinginan untuk melakukan perkawinan dan nafsu makan yang rendah.

Tim dari Unit Reproduksi Manusia, Dewan Penelitian di Edinburg yakin pil untuk manusia seperti itu bisa tersedia dalam satu dasa warsa.

Namun seorang psikolog mengatakan, libido rendah biasanya disebabkan masalah hubungan antar pasangan.

Sampai 40 persen perempuan diyakini mengalami rendahnya gairah seks dalam suatu masa kehidupannya.

Sepertiga perempuan selalu khawatir mengenai penampilan tubuhnya, demikian hasil survey tahun lalu.

'Memperlihatkan pantat'

Tim Edinburg yang dipimpin Profesor Robert Millar telah mengkaji unsur pelepas hormon Type 2 Gonadotrophin.

Ketika diberikan kepada kera, mereka menunjukkan perilaku sedang dilanda birahi seperti memerlihatkan lidah dan alisnya naik ke arah kera jantan.

 Ketika pasangan datang kepada saya dan mereka tidak memiliki hubungan seks, haln yang mereka inginkan adalah mengkaji hubungan keduanya.
 
Psikolog, Lesley Perman-Kerr

Sedangkan shrews (sejenis tikus) betina menunjukkan perasaannya melalui cara "menunjukkan pantatnya dan ekornya mengibas-ngibas".

Namun khewan itu juga makan sepertiga dari biasanya.

Profesor Millar berharap ada kenaikan serupa dalam libido seks dan turunnya nafsu makan dalam sebuah pil khusus wanita.

Dia mengatakan kepada surat kabar Skotlandia hari Minggu: "Hormon ini dialirkan di dalam otak yang kami duga mempengaruhi perilaku reproduktif."

"Diperkirakan perusahaan obat besar berusaha menangani masalah libido ini," katanya.

"Jadi tahap ke depan adalah memproduksi obat yang merangsang tindakan hormon ini," tuturnya.

"Kemungkinan besar kami akan bermitra dengan perusahaan obat. Boleh jadi akan tersedia bagi perempuan di dalam waktu 10 tahun mendatang," katanya.

Namun psikolog Lesley Perman-Kerr mengatakan, masalah hubungan pasangan biasanya bersifat kejiwaan bukan biologis.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy